Profil: Mengenal Serial Effendi, Putra Baso Peraih Medali Perunggu Sea Games 2019

  • Bagikan

Baso. AMC – Siapa sangka, atlet yang pernah menumbangkan Paul Lumihi jagoan Mixed Martial Arts (MMA) One Pride 2016 itu adalah anak Dusun Batu Putiah Koto Tuo, Nagari Simarasok, Kecamatan Baso Kabupaten Agam.

Mengawali debut dengan gemilang, dirinya pun didapuk mewakili Indonesia di Sea Games 2019 di Filipina.

Dia adalah Serial Effendi, pemegang sabuk Welterweight WMC Asia dan sabuk Muythai Xplotion.

Menyukai bela diri dari belia, Serial menjelma menjadi atlet tarung yang disegani di tanah air.

Kepada AMC, putra Baso tersebut berbagi kisah ihwal perkenalan dirinya dengan seni bela diri.

Diceritakan, awalnya pria kelahiran 3 Februari 1990 itu memilih seni bela diri pencak silat, hal itu lantaran termotiviasi oleh sang kakak.

“Dari kecil, sekitar kelas 6 SD saya sudah suka beladiri. Jadi di kampung dulu, di Simarasok saya mulai belajar silat dari kakak, karena kakak juga atlet silat,” ujar Serial, Rabu (29/7).

Perkenalannya dengan silat boleh dibilang tidak berumur panjang, pasalnya saat menginjak SMP, dirinya harus hijrah guna menyambung pendidikan.

Namun, ia tidak menemukan suratannya di bangku pendidikan, dan memutuskan berhenti sekolah hingga SMP.

“Sekolah hanya tamat SMP. Akhirnya kerja di kampung hingga 2009. Di 2009 saya memutuskan hijrah ke Batam,” kenang buah hati pasangan Samsudin Batuah (alm) dan Darlis itu.

Di Batam sekira tahun 2012, Serial kembali mengasah kepiawan seni bela dirinya. Namun tidak di bidang pencak silat, Serial memilih Muaythai sebagai jalan hidupnya.

“Di Batam ada kawan sekampung yang ikut Muaythai. Hari pertama saya hanya melihat, hari kedua masih melihat, di hari ketiga saya baru memutuskan ikut, sepertinya ini menarik juga,” tuturnya lagi.

Intens berlatih selama 9 bulan, Serial akhirnya memutuskan untuk merambah ajang tarung profesional. Debut pertamanya bermain di Tarung Muaythai Jakarta. Di ajang tersebut Serial pulang dengan tangan kosong.

“Awal bermain profesional tahun 2012 di Tarung Maythai Jakarta, di babak penyisihan kalah,” ujar Serial.

Kekalahan di debut perdana itu tidak membuat dirinya gantung sarung tinju. Serial justru tertantang untuk lebih mengasah fisik dan mental. Alhasil, Serial berhasil menjawari Bali Muaythai Grandmatch 2012.

“Kok bisa kalah ya? Akhirnya saya merasa tertantang. 2012 dapat tawaran main di Bali, laga perdana lawan tuan rumah, dan Alhamdulillah menang,” ujar bungsu dari 4 bersaudara itu.

Karir Serial Effendi di ajang profesional makin melejit pada tahun 2012. Terbukti dengan menjuarai ajang Kick Boxing di Lindu Aji, Semarang.

Tahun 2013 menjadi awal karir internasional bagi Serial Effendi. Dirinya berhasil membawa pulang sabuk perdana WMC Asia kelas bantam 63 kg di Singapura.

Di tahun yang sama, Serial kembali menorehkan namanya di sejumlah kejuaran bergensi seperti Bali Summerfight. Di laga tersebut Serial bertemu atlet asal Manado, Paul Lumihi.

“Di kejuaran Bali Summerfight, Alhamdulillah saya mendapat juara 1. Saat itu saya bertemu atlet asal Manado, Paul Lumihi, jawaranya MMA One Pride TV One,” kenangnya lagi.

Dalam kurun 2014-2019 setidaknya 5 tropi satu sabuk dan satu medali yang berhasil disabet Serial. Di antaranya juara 1 Jak Top Fight tahun 2014, juara 1 Wushu Penprov Kaltim tahun 2014, juara 2 4 Man Tournament JAK TOP FIGHT II tahun 2015, juara 1 team Crossfit6221 tahun 2015, juara 1 Belt Muaythai Xplotion tahun 2019 dan juara 1 kejurnas Kick Boxing II tahun 2019.

Teranyar Serial Efendi ikut menyumbang medali di ajang Sea Games 2019. Dirinya berlaga di cabang kick boxing kelas light kick 69 Kg berhasil meraih medali perunggu.

“Alhamdulillah, hanya bisa sampai semi final, dan membawa perunggu,” ujar Serial Efendi.

Disebutkan Serial Efendi, sebelum melaju ke semi final, dirinya memperoleh kemenangan bye di awal pertandingan tanggal 7 Desember 2019. Sehari setelahnya, Serial Efendi berhadapan dengan Jerry Oslim dari Filipina.

“Hari pertama menang bye, langsung melaju ke semi final berhadapan dengan atlet tuan rumah,” ujarnya mengenang.

Saat ini Serial tengah mempersiapkan diri untuk bisa bermain di Ultimate Fighting Championship (UFC). Dirinya berharap, akan membawa sabuk-sabuk kemenangan di ajang internasional tersebut.

Sebagai putra Baso, Serial Efendi menaruh harap pada generasi muda di tanah kelahirannya itu. Menurutnya, di Kabupaten Agam, khususnya di Baso banyak terpendam bakat- bakat potensial di cabang olah raga beladiri.

“Saya melihat, di Baso banyak bakat-bakat potensial. Sebab di Agam ini terkenal dengan kegigihan dan mental yang kuat,” sebutnya.

Jika dibutuhkan, sambung Serial, dirinya bersedia mendedikasikan ilmu dan pengalamannya untuk kemajuan olah raga bela diri di Kabupaten Agam.

“Saya siap. Untuk orang lain saja saya mau berbagi ilmu, apalagi itu untuk kampung sendiri,” ujarnya mengakhiri. (Depit)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *