Menu

Hari Kedua Monitoring, Sekda Agam Cek Kesiapan Sekolah di Kecamatan Tanjung Mutiara

  Dibaca : 55 kali
Hari Kedua Monitoring, Sekda Agam Cek Kesiapan Sekolah di Kecamatan Tanjung Mutiara

Tanjung Mutiara, AMC – Hari kedua monitoring kesiapan sekolah, terkait kemungkinan penerapan Proses Belajar Mengajar (PBM) tatap muka di fase new normal, Sekretaris Daerah Kabupaten Agam beserta tim cek kesiapan sekolah di Kecamatan Tanjung Mutiara, Selasa (21/7).

Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Martias Wanto Dt. Maruhun didampingi Asisten I Setdakab Agam, Rahman, Kepala Satpol PP-Damkar, Kurniawan Syahputra, Kabid Pendidikan Madrasah Kemenag Agam, Edi Zalman dan Kabid SMP Disdikbud Agam, Firzal, melakukan pengecekan di 4 sekolah di Tanjung Mutiara, seperti di SMPN 1 Tanjung Mutiara, MTsN 5 Agam, SMKN 1 Tanjung Mutiara dan SMAN 1 Tanjung Mutiara.

Martias Wanto menyebutkan, monitoring dilakukan dalam rangka memastikan kesiapan sekolah untuk melaksanakan PBM tatap muka di fase new normal.

Dikatakan, banyak syarat yang harus terpenuhi agar sekolah tersebut dinyatakan layak menggelar PBM tatap muka.

“Jika nanti, dimungkinkan PBM di Agam dilakukan dengan tatap muka, maka ada syarat yang harus dipenuhi sekolah-sekolah, seperti terpenuhinya sarana kesehatan sesuai protokol Covid-19, dalam hal ini adanya tempat cuci tangan beserta sabun dan tisu di setiap kelas, alat pengecekan suhu, sampai pembagian kelompok siswa dalam satu lokal yang tidak terlalu padat,” terangnya.

Dijelaskan, dalam proses belajar mengajar di masa new normal, sekolah harus membagi 15 siswa per lokal. Kemudiam, jam pelajaran dalam satu hari maksimal 4 jam tanpa jam istirahat.

“Jika PBM tatap muka dilaksanakan, setiap siswa harus memakai masker, jika ada siswa yang tidak membawa masker, sekolah harus menyediakannya, dianjurkan setiap hari suhu tubuh siswa diukur, sering cuci tangan dan langsung pulang ke rumah setelah pulang sekolah,” terangnya lagi.

Martias Wanto Dt. Maruhun tidak hanya menekankan pada kesiapan sekolah dari segi sarana kesehatan saja.

Pihaknya juga meminta kesiapan majelis guru yang ditugaskan untuk mengajar, baik dari segi prokes maupun segi mekanisme pelaksaan PBM.

Salah satu penekanan Martias Wanto Dt. Maruhun adalah soal transfer pengetahuan saat PBM tatap muka.

“Jika nanti penggunaan masker oleh guru dirasa akan menghambat dalam menyampaikan materi, pihak sekolah harus memikirkan solusi, salah satunya adalah penggunaan face shield oleh guru yang mengajar,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP-Damkar, Kurniawan Syah Putra mengatakan, jika nantinya dipastikan sekolah di Agam menggelar PBM Tatap Muka di fase new normal, pihaknya akan intens menggelar patroli bagi siswa yang berkeliaran, dan tidak mengenakan masker.

“Kita akan patroli, tujuannya agar para pelajar benar- benar mematuhi protokol covid-19 dan terhidar dari penyebaran virus,” ujarnya.

Diterangkan lebih lanjut, operasi itu bukan untuk menjaring, akan tetapi untuk mengedukasi pelajar agar lebih membiasakan menggunakan masker.

Menurutnya, pengawasan ini harus dilakukan karena anak-anak usia pelajar rentan tertular dan menjadi pembawa virus ke orang- orang dewasa dan lansia. (Depit)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Post Kategori

Arsip

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional