Garap Lahan Masyarakat Walnag Duo Koto Bangun ” Kampung Kopi”

  • Bagikan

Tanjung Raya, AMC – Pemerintah Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, tengah berupaya mengembangkan komoditi perkebunan jenis kopi di nagari itu.

Karena komitmen yang tinggi dalam mengembangkan komoditi itu, pihak nagari sudah membentuk komunitas yang akan mengelola yaitu komunitas kampung kopi, beranggotakan 5 orang dari unsur masyarakat.

Wali Nagari Duo Koto, Joni Safri menjawab AMC, Minggu (19/7) menyebutkan, dalam hal ini pihaknya bekerjasama dengan masyarakat, yang ingin lahannya digarap oleh nagari karena tidak punya modal untuk mengolahnya.

Menurutnya, ini dapat membantu masyarakat dalam meningkatkan perekonomiannya. Sebelumnya lahan yang dibiarkan kosong karena tidak ada modal untuk menggarap, sekarang mereka tinggal menunggu hasil dari panen kopi tersebut.

“Kesepakatan bersama pemilik lahan dengan cara bagi hasil 30-70 setiap kali panen selama 14 tahun. 30 untuk pemilik lahan dan 70 komunitas dan nagari,” ujarnya.

Hingga kini, katanya sudah tersedia lahan sekitar 20 hektar, dari 17 orang pemilik tersebar di Jorong Koto Tinggi dan Jorong Mudiak.

“Karena juga terkendala anggaran, lahan baru bisa tergarap sekitar 3 hektar yang saat itu bermodalan sekitar Rp40 juta,” sebut Joni.

Sejak 2 tahun lalu pihaknya sudah merancang budidaya kopi, tetapi sekitar 1 tahun lebih baru bisa terlaksana. Saat ini kopi sudah berbunga, diperkirakannya 1 tahun ke depan telah bisa dipanen.

Komitmen Joni Safri dalam mengembangkan kopi adalah menjadikan Nagari Duo Koto sebagai kampung kopi. Ia juga mendorong masyarakat untuk budidaya kopi atau komoditi lainnya, sebagai upaya mengalihkan mata pencaharian dari danau ke darat.

“Untuk itu kita berharap ada bantuan CSR dari perusahaan, dalam mewujudkan Duo Koto sebagai kampung kopi. Begitu juga pembinaan dari Pemkab Agam,” ulasnya. (t_m)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *