Menu

Jalan Simpang Gaduik- Sungai Dareh Rusak- Pemkab Agam Buat Aturan Tegas

  Dibaca : 83 kali
Jalan Simpang Gaduik- Sungai Dareh Rusak- Pemkab Agam Buat Aturan Tegas

Kamang Magek, AMC — Ruas jalan Simpang Gaduik, Kecamatan Tilatang Kamang hingga Sungai Daerah Nagari Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam, menjadi polemik yang harus secepatnya diselesaikan di tengah masyarakat.

Ruas jalan itu kondisinya saat ini dalam keadaan rusak, yang sehari-hari dilewati kendaraan bertonase besar jenis fuso milik perusahaan dengan bebannya melebihi kelas jalan.

Kondisi itu, merugikan pengguna jalan, karena setiap kali diperbaiki dalam waktu singkat ruas jalan yang sepanjang 12,5 kilometer itu kembali rusak.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Agam, Dandi Pribadi saat sosialisasi batas tonase kendaraan di Kecamatan Kamang Magek, Kamis (16/7) menyebutkan, polemik ini sudah cukup lama terjadi di tengah masyarakat, karena setiap diperbaiki jalan kembali rusak, sebab berat beban kendaraan yang melewati jalur jalan itu melebihi kapasitas jalan. Belum lagi lebar jalan yang tidak memenuhi kapasitas untuk kendaraan yang melewati.

Sosialisasi yang dilaksanakan bersama perusahaan yang mobilnya melewati ruas jalan Simpang Gaduik – Sungai Dareh, dihadiri Kabid Bina Marga DPUTR Agam, Hermon Triyoga, Satpol PP- Damkar Agam, Kesbangpol Agam, ninik mamak, Camat Kamang Magek, Rio Eka Putra, jajaran Satlantas Polres Bukittinggi, TNI dan lainnya.

Konflik ini, ulas Dandi Pribadi, sudah tidak sehat lagi, karena tidak hanya menjadi pembicaraan di tengah masyarakat, bahkan sudah beredar sampai ke media sosial.

Oleh sebab itu, tegasnya, pemerintah daerah tidak ingin ruas jalan ini menjadi konflik berkepanjangan karena ada pro dan kontra ditengah masyarakat.

“Pronya bagi masyarakat yang mengadu nasib di perusahaan. Sedangkan yang kontra, bagi pengguna jalan yang merasa dirugikan karena jalan rusak akibat tonase kendaraan melebihi kapasitas jalan,” ujarnya.

Dandi menjelaskan, sesuai undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, ruas jalan dikelompokkan menjadi tiga yaitu jalan nasional, provinsi dan kabupaten. Dari tiga kelompok ini, ruas jalan Simpang Gaduik-Sungai Dareh Kamang Mudiak adalah masuk jalan kabupaten.

“Setiap kendaraan yang melalui kelompok jalan ada ketentuannya, khusus jalan kabupaten kendaraan lebarnya tidak melebihi 2,1 meter, panjang 9 meter, tinggi 3,5 meter dan yang terpenting tonase beban tidak melebihi 8 ton. Tidak dibenarkan kendaraan yang melewati ruas jalan kabupaten khususnya Simpang Gaduik-Sungai Dareh melebihi tonase yang ditentukan,” tegasnya.

Jika dilihat di lapangan, ulasnya, kendaraan perusahaan yang melewati ruas jalan itu bebannya sudah melebihi 10 ton, sehingga tidak dapat dipungkiri jalan itu cepat rusak, karena tidak mampu menahan beban.

“Inilah kejadiannya dan harus cepat diselesaikan. Namun hal itu, butuh partisipasi kita bersama karena tidak bisa selesai oleh pemerintah saja, polri, pihak swasta dan masyarakat, tetapi bersama -sama menyelesaikannya,” kata Dandi.

Ia juga memahami, sepanjang ruas jalan itu ada kegiatan ekonomi yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat. Pihaknya tidak melarang beraktivitas, tapi diharapkan dari aktivitas yang dilakukan bisa mendukung kelestarian fasilitas publik yang sudah dibangun pemerintah.

Sementara itu, Kabid Bina Marga DPUTR Agam, Hermon Triyoga yang hadir dalam sosialisasi mengatakan, ruas jalan Simpang Gaduik-Sungai Dareh memiliki panjang 12,5 kilometer yang telah dipelihara sejak 2017, 2018 dan 2019.

Disebutkan, ruas jalan itu dilewati kendaraan besar yang tonasenya melebihi 8 ton, sehingga jalan jadi rusak parah dan mengganggu kenyamanan masyarakat atau pengguna jalan lainnya.

“Kita berharap jalan yang telah dibangun dipelihara supaya dapat dinikmati dalam jangka waktu yang panjang. Hal ini mengingat anggaran yang terbatas,” tegasnya. (t_m)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Post Kategori

Arsip

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional