Menu

Masih Membutuhkan Uluran Tangan, Balita Korban Luka Bakar di Manggopoh Sudah Dioperasi

  Dibaca : 135 kali
Masih Membutuhkan Uluran Tangan, Balita Korban Luka Bakar di Manggopoh Sudah Dioperasi

AMCnews.co.id — Otra Wikel, balita usia 2,5 tahun yang menjadi korban sembaran api lampu teplok, di Kabupaten Agam saat ini masih membutuhkan perawatan dan uluran tangan semua pihak.

Kejadian yang terjadi pada 4 Desember 2019 malam ini, mengakibatkan Otra Wikel harus dirawat di RSUP M Djamil Padang sejak beberapa hari lalu. Sebelumnya Wikel telah mendapat perawatan di RSUD Lubuk Basung, tapi dengan luka bakar yang serius maka ia dirujuk ke RSUP M Djamil Padang.

Camat Lubuk Basung, Harmezi saat mengunjungi kediaman korban di Jorong Sago, Nagari Manggopoh, Rabu (18/12) menyebutkan, luka bakar yang cukup serius mengakibatkan Wikel harus menjalani operasi kulit dan hari ini sudah diperbolehkan pulang oleh pihak RSUP M Djamil Padang.

“Tapi kita belum tahu bagaimana kondisinya sekarang, karena saat berkunjung Wikel belum tiba di rumah. Semoga kondisi Wikel semakin membaik dan cepat sembuh,” ujarnya.

Disebutkan, untuk berobat keluarga korban mendapatkan bantuan dari masyarakat baik di kampung maupun perantauan dan Baznas Agam. Bahkan saat ini nagari masih melakukan penggalangan dana untuk korban. Di kesempatan ini, Harmezi juga menyerahkan bantuan dari donatur lainnya.

“Selain itu, Wikel juga sudah didaftarkan masuk BPJS, tapi baru bisa dimanfaatkan Januari 2020. Karena sebelumnya balita ini belum terdaftar sebagai peserta BPJS,” sebut Harmezi.

Orang tua Wikel, Sawidar menyebutkan anak bungsunya terkena sembaran api lampu teplok saat suaminya hendak mengisi minyak lampu yang kosong. Tiba-tiba lampu satu lagi yang menyala dan menyembar lampu yang diisi minyak. Sehingga mengenai wajah Wikel yang duduk dekat dengan lampu tersebut.

Selain Wikel, Zulkifli kakaknya juga terkena sembaran api di sebagian tubuhnya. Ia telah mendapatkan perawatan di RSUD Lubuk Basung dan saat ini sudah pulang ke rumah.

Harmezi menambahkan, di kawasan tempat tinggal korban terdapat 10 KK yang kehidupannya jauh dari kata mampu. Saat ini masih menggunakan lampu teplok sebagai penerang, dan akses menuju rumah hanya jalan tanah yang licin. Jarak dari jalan aspal ke permukiman ini lebih kurang 1 kilometer.

“Kita bakal mencari solusinya, apabila masyarakat mau membebaskan lahan akan dibuka jalan baru. Selain itu kita juga akan mencari pihak ketiga untuk memasukkan listrik ke permukiman 10 KK tersebut,” pungkasnya. (AMC05)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Post Kategori

Arsip

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional