Balitbang Perumahan Wilayah I Medan Serahkan Alih Teknologi Pada Pemkab Agam

  • Bagikan

AMCnews.co.id. Balai Litbang Perumahan Wilayah I Medan secara resmi menyerahkan alih teknologi model pengolahan air bersih dan sanitasi pada Pemerintah Kabupaten Agam.

Alih teknologi ini berada di kawasan Linggai, Jorong Tanjuang Batuang, Kecamatan Tanjung Raya, diserahkan Kepala Balai Litbang Perumahan Wilayah I Medan, Agus Sarwono pada Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Agam, Erniwati yang diketahui oleh Bupati Agam diwakili Sekda Agam, H. Martias Wanto Dt Maruhun, Jum’at (7/12).

Serah terima dihadiri Asisten II Setda Agam, Jetson, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Agam, Rahmad Lasmono, Kepala Kesbangpol Agam, Yunilson, Dinas Kesehatan diwakili Halim Wajdi, Camat Tanjung Raya, Handria Asmi, Wali Nagari Duo Koto, Joni Syafri dan warga sekitar.

Kepala Balai Litbang Perumahan Wilayah I Medan, Agus Sarwono mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kerjasama antara Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman Kementerian PUPR melalui Balai Litbang Perumahan Wilayah I Medan dengan Pemkab Agam.

“Alih teknologi model pengolahan air bersih dan air sanitasi ini dalam rangka mendukung program 100-0-100 dan program Save Maninjau yang jadi prioritas di daerah itu,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan pengolahan air bersih dan sanitasi dilakukan pada tahun anggaran 2018, penerapannya dengan mengkombinasikan pengolahan air limbah domestik dengan sampah organik dan pengolahan air minum isi ulang model filtrasi dan desinfeksi.

Pada kesempatan itu, Sekda Agam, Martias Wanto menyambut baik dengan diserahkannya alih teknologi model pengolahan air bersih dan air sanitasi tersebut.

Menurutnya, sanitasi dan pengamanan air minum saat ini perlu mendapat perhatian khusus mengingat semakin banyaknya tindakan tidak benar terhadap keamanan dan kebersihan air minum.

Dengan dibangunnya pengolahan air bersih dan sanitasi ini, Martias Wanto menyebutkan akan menjadi sebuah pengharapan baru bagi masyarakat dan semakin melengkapi kebutuhan sarana dan prasarana di daerah itu, khususnya di Tanjung Raya.

“Kepada masyarakat yang akan menikmati fasilitas ini diharapkan bersama-sama menjaga dan memelihara apa yang sudah dibangun tersebut,” ujarnya.

Akhir-akhir ini tidak hanya Agam, bahkan di nusantara cenderung terjadi kerusakan alam dan kerusakan keseimbangan ekosistem, sehingga kualitas air jadi rusak yang menjadi resiko sangat fatal bagi masyarakat mengkonsumsinya.

“Salah satu contoh di Agam adalah Danau Maninjau, kondisi air dan danau saat ini sudah memprihatinkan yang airnya tidak sebening beberapa tahun lalu dan tidak dapat lagi digunakan,” sebutnya.

Dengan demikian, Martiaswanto mengajak masyarakat menjaga lingkungan dan danau yang merupakan warisan bagi generasi mendatang, bahkan jadi sumber perekonomian bagi masyarakat salingka Danau Maninjau.
(AMC05)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *