Fisyaiful Amir, Pebasket Profesional Asal Manggopoh Peraih Runner Up Piala Presiden 2019

  • Bagikan

Laporan Devitriadi, AMCNews – Lubuk Basung

Kekalahan telak saat uji tanding di Bukittinggi, rupanya menjadi titik berangkat bagi Fisyaiful Amir, putra asal Manggopoh ini untuk lebih menekuni olahraga basket.

Kini, ia melangkah mantap sebagai pebasket profesional bersama tim Armartha Hangtuah di ajang bola basket bergengsi, seperti Indonesia Basketball League (IBL).

Fisyaiful Amir mulai mengenal olahraga basket sejak usia 12 tahun, saat masih berstatus pelajar SMP. Namun, saat itu dirinya masih menganggap olahraga basket hanya untuk kesenangan.

“Waktu itu belum serius latihan, hanya sekedar fun game sama teman-teman, dan belum punya teknik yang benar,” ujarnya kepada AMC, Rabu (9/9).

Putra pasangan (Alm) Amirul Mukminin dan Efnita Mardas itu mulai menekuni olahraga bola basket ketika di SMA. Ia bergabung dengan tim sekolah dan latihan di klub lokal.

“Untuk mulai serius itu waktu SMA, saya bergabung dengan tim basket SMAN 2 Lubuk Basung dan latihan di klub juga, klub saya itu namanya Liberty,” kenang Fisyaiful.

Sebagai seorang pebasket amatir kala itu, Fisyaiful mengaku menjadikan sosok pelatih sebagai orang yang menginspirasinya untuk terus mengasah kepiawaian mengolah teknik olahraga yang diperkenalkan Dr. James Naismith, seorang guru olahraga asal Kanada itu.

“Pelatih SMA dan pelatih klub saya itu beliau yang melatih sekaligus, nama beliau Ishak Iskandar. Beliaulah yang melatih teknik dasar basket saya dan motivasi saya di basket,” ungkap pemain yang pernah menghantarkan timnya meraih juara ke dua di Piala Presiden 2019 itu.

Kekalahan saat tanding uji coba di Bukittinggi, rupanya juga menjadi motivasi bagi Fisyaiful untuk giat berlatih. Saat itu timnya kalah telak saat menguji ketangguhan tim basket Halilintar.

“Ada cerita, ketika itu klub basket saya mengadakan latih tanding di Bukittinggi dengan klub Halilintar, ketika itu kalah telak dibantai sama halilintar, saat itu juga saya merasa malu dan merasa saya dan tim belum ada apa-apanya, nah di saat itu saya merasa terpacu dan termotivasi untuk latihan lebih giat lagi,” ucapnya.

Latihan kerasnya itu tak pelak langsung membuahkan hasil. Di turnamen selanjutnya, kata Fisyaiful, dirinya berhasil menyumbang tropi pertama bagi tim.

“Akhirnya saya dan tim bisa menjuarai open turnamen basket SMAN 2 Lubuk basung tahun 2011. Lalu saat itu juga saya merasa saya harus serius di basket dan harus berprestasi terus di basket,” sebut Fisyaiful.

Terhitung sejak kemenangan pertamanya di turnamen itu, dirinya selalu menjadi pemain pilihan untuk berlaga di kejuaran daerah, Popda, Porprov, Pra-pon dan Pon.

Untuk tingkat SMA, tukasnya, timnya berhasil meraih juara dua kali berturut-turut di open turnamen basket SMAN 2 Lubuk Basung.

Di level kampus, dirinya bermain bersama tim basket Telkom University, dan meraih juara 1 Atmajaya cup se Jawa Bali 2015, juara 2 Battle of Campus West Java 2016 dan juara 3 Liga Mahasiswa 2017.

“Sedangkan level Professional, kami juara 2 Piala Presiden 2019, juara 2 Piala Raja Jogjakarta 2019, dan mendapat medali perak di pon 2016 Jawa Barat di cabang 3×3 basketball,” ujar putra asal Durian Kapeh itu.

Saat ini, Fisyaiful Amir menjadi salah satu pemain andalan di klub profesional Amartha Hangtuah. Website resmi IBL merilis, pada IBL 2020, Amartha HangTuah memboyong Fisyaiful Amir sebagai bintang baru.

Di tim itu Fisyaiful bermain bersama nama-nama besar, seperti Kelly Purwanto dari Bogor Siliwangi, Gunawan dari Satria Muda Pertamina Jakarta, Surya Jayadiwangsa dari NSH Jakarta serta beberapa bintang muda seperti Abraham Wenas, Stevan Wilfredo Neno, dan Luca Lioteza.

Fisyaiful mengakui menikmati bisa bermain di liga profesional. Dikatakan, bermain di tim profesional mengajarkannya tentang disiplin dan tanggung jawab seorang atlet.

“Ya saya sangat menikmati bisa berada di level professional, soalnya pekerjaan saya ya hobbi saya, di level profesional kita harus lebih disiplin dan bertanggungjawab, karena kita punya tanggung jawab yang lebih,” tuturnya.

Sebagai putra daerah yang pernah merasakan riuhnya liga lokal, Fisyaiful menilai di kampung asalnya, animo masyarakat terhadap basket terus meningkat.

Dia berharap Lubuk Basung khususnya, dan Kabupaten Agam umumnya bisa menorehkan prestasi di tingkat provinsi, nasional bahkan internasional.

“Di Lubuk Basung sudah meningkat animo basket, untuk lebih maju lagi kita harus update terus dan belajar terus ilmu baru basket yang bisa diperoleh di buku, jurnal, ataupun internet. Semoga Lubuk Basung dan Agam bisa berprestasi dan bisa berbicara di Sumatera Barat dan Indonesia,” ujarnya berharap.

Sebagai atlet yang lebih dahulu mencoba pengalaman bermain di liga profesional, Fisyaiful tidak lupa berpesan dan memotivasi bagi talenta basket di tempat asal yang telah membesarkan namanya.

“Untuk adik-adik di Lubuk Basung, sebenarnya kita punya bakat yang bagus dan tidak kalah saing dengan pemain di daerah lain, asalkan punya etos kerja bagus dan terus konsisten dengan kerja keras kita,” ulasnya. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.