AMCnews.co.id — PT PLN Persero Sektor Pembangkitan Bukittinggi, gelar penyuluhan kesehatan kepada puluhan maysarakat Nagari Koto Malintang dan Nagari Persiapan Dalko, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, di ruang rapat PLTA Maninjau, Kamis (30/8).
Acara yang menghadirkan tenaga penyuluh dari Dinas Kesehatan Agam itu, merupakan bentuk program Coorporate Social Responsibility (CSR) dari PLN tahun 2018, selain mengajak warga untuk hidup sehat, PLN juga berikan wawasan seputar pemanfaatan PLTA Maninjau.
Manajer PT PLN Persero Sektor Pembangkit Bukittinggi, Shodiqin menyebut jika masyarakat sehat, taraf kehidupan bisa lebih meningkat, dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat.
“Inilah salah satu alasan program CSR kali ini dengan mengangkat tema kesehatan, semoga acara ini berjalan dengan lancar hingga akhir,” katanya.
Camat Tanjung Raya, Handria Asmi yang hadir dalam kesempatan itu mengapresiasi inisiatif pengambilan tema tentang kesehatan yang disuarakan PLN Sektor Pembangkitan Bukittinggi kepada masyarakat.
Menurutnya, warga yang hadir sebagai peserta sosialisasi harus menjadi agen gerakan perubahan di tengah masyarakat, PT PLN Persero Sektor Pembangkit Bukittinggi sudah banyak membantu melalui program CSR nya, salah satunya terkait Save Maninjau yang tujuannya sama menyehatkan masyarakat.
“Sosialisasi dan penyuluhan adalah rangkaian proses yang membutuhkan tindak lanjut, semoga ada program lanjutan dan nanti akan dikoordinasikan program yang cocok dengan kultur masyarakat setempat,” ulas Sartoni Ketua tim CSR PLN Sektor Pembangkitan Bukittinggi.
Kasi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Kesehatan Agam, Rini Harpega selaku pemateri menyebutkan, bahwa gaya hidup yang tidak sehat mengakibatkan maraknya masyarakat menderita penyakit seperti obesitas, diabetes, stroke, sakit jantung dan paru.
“Ini semua tergolong penyakit tidak menular (PTM), untuk memeranginya diperlukan pola hidup sehat, meningkatkan produktifitas dan ciptakan lingkungan yang bersih, sehingga dapat juga menjaga stabilitas ekonomi,” ujarnya.
Dijelaskan, dulu sasaran utama gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) ada tiga sasaran yakni, beraktivitas secara teratur, konsumsi sayur dan buah serta melakukan pemeriksaan kesehatan.
“Namun kali ini sasaran lebih ditingkatkan dengan kampanye berhenti merokok dan pemberian ASI ekslusif,” ulasnya. (AMC05)




