Dr Andri Warman, Salah Satu Entry Dalam “Ensiklopedia Tokoh 1001 Orang Minang”

  • Bagikan

Oleh : Efri Yoni Baikoeni, MA *

Hari Jadi Propinsi Sumatera Barat ke-78 yang jatuh tanggal 1 Oktober 2023 ditandai dengan peluncuran Buku “Ensiklopedia Tokoh 1001 Orang Minang” yang diselenggarakan oleh Gubernur Sumatera Barat di Padang. Buku yang terdiri dari 3 jilid tersebut diterbitkan oleh Yayasan Pusat Kebudayaan Minangkabau (PKM) bekerjasama dengan UMSB Press.

Buku dengan sampul didominasi warna “marawa” tersebut memuat 1.307 entry biografi singkat orang Minangkabau atau orang berdarah keturunan Minangkabau yang tersebar pada lima benua. Mereka mempunyai capaian dan prestasi yang gemilang di bidangnya masing-masing, menorehkan prestasi, karya dan teladan, mewariskan penerus dan cita-cita, mengharumkan nama bangsa, bersumbangsih pada kampung halaman, serta menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat.

Angka 1001 bukan merujuk kepada jumlah pasti personalia tapi menggambarkan keragaman banyaknya karakter dan jenis bidang kehidupan yang digeluti oleh para tokoh yang dimuat dalam buku ini. Pada Jilid 1 memuat nama tokoh mulai dari abjad A hingga E, Jilid 2 dimulai dari abjad F hingga M, dan Jilid 3 dimulai dari abjad N hingga Z.

Para tokoh dalam ensiklopedia terdiri dari kepala dan pemimpin negara, ulama dan penyebar Islam, dokter, doktor dan diplomat, politisi dan birokrat, polisi dan militer, pebisnis, pengusaha dan saudagar, akademisi dan ahli di berbagai bidang, profesional, sastrawan, penulis dan wartawan, seniman, dan budayawan, sineas, aktor, para pelopor dan penemu, hingga mareka yang jauh dari kemeriahan publisitas seperti pelestari seni tradisi, ahli adat, aktivis perburuhan dan tokoh teladan.

Tokoh yang dimuat dalam buku ensiklopedia mencakup rentang masa sembilan abad, dimulai pada abad ke-13 hingga abad ke-21, termasuk generasi milenial Minangkabau kelahiran 1980 dan setelahnya.

Menurut salah seorang penulisnya, Efri Yoni Baikoeni bahwa Bupati Agam Dr. H. Andri Warman, MM menjadi salah satu entry yang dimuat dalam buku tersebut. Hal ini tentunya karena kiprahnya sebagai kepala daerah yaitu Bupati Agam sekaligus politisi, akademisi dan praktisi yang layak dikenal dan dikenang oleh masyarakat Sumatera Barat baik dimasa kini maupun di masa yang akan datang.

Dr. H. Andri Warman, MM adalah Bupati Kabupaten Agam periode 2021-2024, terpilih pada Pilbup 2020. Sebelumnya, menjabat sebagai Anggota DPRD Sumatera Barat mewakili Partai Amanat Nasional (PAN) pada Pemilu Legislatif tahun 2019. Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Agam periode 2015-2020 dan terpilih kembali untuk periode 2020-2025 tersebut juga dikenal sebagai akademisi dan pernah diangkat sebagai Wakil Ketua I Bidang Akademik, Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi (STMT) Trisakti tahun 2006-2015. Selain itu, Andri Warman yang akrab disapa dengan “AWR” merupakan pengusaha yang memimpin PT AWR Travel & Cargo dan PT Sikumbang Tour, sebuah usaha layanan transportasi.

AWR dilahirkan dari keluarga sederhana tanggal 4 Januari 1963 di Surau Kamba, Nagari Ampang Gadang, Kecamatan Ampek Angkek, Agam. Orang tuanya bernama Amran Djalal dan Yulisah Hamid (Suku Sikumbang). Ibunya bekerja sebagai petani dan penjahit konfeksi, sedangkan ayahnya pernah menjadi tentara, kemudian banting stir sebagai sopir taksi.

Pada tahun 1968, saat usianya 5 tahun, AWR mulai disekolahkan pada TK Budi Mulya di Pasir. Tahun 1969 dalam usia 7 tahun, AWR menempuh pendidikan SDN 1 Pasia. Di sekolah inilah AWR menjalani pendidikan selama 6 tahun yang ditamatkan tahun 1974. Ketika ditanya guru mengenai cita-cita hidup, AWR yang masih lugu itu menjawab berkeinginan menjadi guru matematika.

Setelah tamat SD, dia melanjutkan ke SMPN 3 Bukittinggi. Usai menempuh pelajaran selama 3 tahun, AWR melanjutkan ke SMAN 1 Bukittinggi. Karena hidup pas-pasan, sambil sekolah, AWR bekerja sebagai tukang jahit kain konfeksi. Di kampungnya memang jamak penduduk bekerja konfeksi. Mulai dari yang tua sampai yang muda, penduduk mengikuti ayunan mesin jahit, karena dari rumah ke rumah dengan tekun menyelesaikan helai per helai kain yang dirubah menjadi sehelai pakaian dalam partai besar untuk dipasarkan ke Aur Kuning, Bukittinggi.

Pada tahun 1981, ketika menamatkan pendidikan di SMAN 1 Bukittinggi, dia pindah ke Jakarta. Karena punya keterampilan menjahit kain konfeksi, dia bekerja di rumah saudagar kain yang banyak berasal dari kampungnya.

Pendidikan tinggi dijalaninya pada Akademi Angkutan Udara Niaga (AAUN) “Trisakti” dengan Jurusan Manajemen Transportasi. Usai merampungkan program Sarjana Muda, AWR melanjutkan S-1 pada Jurusan Administrasi Niaga di Universitas Jakarta tahun 1997. Tahun 1998, AWR melanjutkan kuliah S-2 di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi “IPWI Jakarta” (STIE IPWIJA) pada jurusan Manajemen Pemasaran dan diwisuda tahun 1999. Pada tahun 2014, AWR mengambil Program S-3 di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada Jurusan Manajemen SDM dan dinyatakan lulus tahun 2019.

Setelah merampungkan program S-1, AWR bekerja di PT Setia Tour & Travel tahun 1985-1986. Setelah itu dia pindah ke PT Mandala Airline. Tidak lama kemudian diterima sebagai staf akademisi di Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi (STMT) Trisakti. Sejak tahun 1986, dia diangkat sebagai dosen tetap Yayasan Trisakti. Di kampus ini, dia tidak hanya bekerja sebagai fungsional dosen, namun dipercaya menduduki jabatan struktural seperti Kepala Pusat Komputer tahun 1986 sampai 1988. Setelah itu melaju sebagai Kepala Seksi Administrasi Akademik (Adak) tahun 1988 hingga 1991. Dia pernah menjabat sebagai Sekretaris Jurusan Program S1 tahun 1996 sampai 2000. Pada tahun 2000 sampai 2001, dia dipercaya sebagai Sekretaris Lembaga Pengembangan Manajemen Transportasi (LPMT). Tidak lama kemudian tahun 2004, dipromosikan sebagai Kepala Jurusan (Kajur) Program D-3, hingga tahun 2006. Puncak karirnya sebagai akademisi adalah Wakil Ketua I Bidang Akademik, STMT Trisakti tahun 2006-2015. Dengan jabatan tersebut dia membawahi 300 dosen dengan mahasiswa sekitar 6.000 orang. Setelah tidak lagi menduduki jabatan struktural, dia kembali dengan jabatan fungsional dosen sebagai Lektor Kepala. Sebagai akademisi, AWR menulis buku ajar berjudul “Kepariwisataan dan Perjalanan” tahun 2015.

AWR menikah dengan Sri Dede Wahyuni tahun 1986 dan dikaruniai 3 orang anak yaitu: Megawarti, Irfan Andri, Santi Amelia Andrini. Pada tahun 2011, dia menikah dengan Yennita yang berasal dari Cubadak Aia, Pariaman dan dikaruniai 2 orang anak yaitu: Fikri Andri dan Fadhil Andri.

Pada tahun 2000, AWR membuka perusahaan PT AWR Travel & Cargo yang merambah ke bidang lainnya. Unit-unit usaha tersebut berada di bawah bendera yang berbeda yaitu: 1) PT AWR Travel & Cargo yang bergerak dalam angkutan penumpang, 2) PT Sikumbang Tour yang bergerak dalam usaha ticketing, 3) PT AWR Travel & Cargo yang bergerak dalam layanan kargo darat dan udara, 4) Wisma AWR Tanah Abang yang bergerak dalam layanan penginapan, 5) Toko Sepatu “AWR Shoes” yang membuka toko sepatu, dan 6) Distributor Teh “Sosro” dan “Coca Cola Indonesia” yang bergerak dalam distribusi produk atau komoditas.

Selain bergerak dalam bidang akademisi dan bisnis, AWR “bergelut” dengan politik. Apalagi, pada awal reformasi, dia sangat mengagumi sosok Prof. Dr. Amien Rais yang dikenal sebagai “Bapak Lokomotif Reformasi”. Karir politiknya dimulai sebagai Ketua Ranting PAN di Grogol, Jakarta Barat tahun 1998-2000. Dia kemudian terpilih sebagai Ketua Cabang PAN Grogol tahun 2000-2005. Lima tahun kemudian dia terpilih sebagai Wakil Ketua DPD PAN Jakarta Barat tahun 2010-2015.

Pada tahun 2015, AWR pulang kampung karena terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD PAN Agam masa bakti tahun 2015-2020. Pada Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 yang digelar serentak tanggal 17 April 2019, dia berhasil terpilih sebagai anggota DPRD Sumatera Barat, mewakili Daerah Pemilihan Sumbar III.

Setelah berhasil menjadi anggota DPRD I Sumatera Barat, dia bertarung dalam Pilkada Kabupaten Agam tahun 2020. Dalam ajang pemilu yang dilaksanakan tanggal 9 Desember 2020 tersebut, pasangan Andri Warman–Irwan Fikri berhasil memperoleh suara terbanyak. Pasangan nomor urut ke-4 tersebut memperoleh sebanyak 59.869 suara atau 32,3%. Akhirnya, pasangan AWR-IF resmi dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Agam Provinsi Sumatera Barat periode (2021-2024) oleh Gubernur Sumbar tanggal 26 Pebruari 2021 di Padang.

(*) Penulis adalah Tenaga Ahli Bupati Agam Bidang Pendidikan

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *