Buka Pelatihan Kewirausahaan, Wabup Agam: Pelaku UMKM Harus Tangguh di Masa Pandemi

  • Bagikan

Lubuk Basung, AMC – Pemerintah Kabupaten Agam gelar pelatihan kewirausahaan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Hotel Sakura Syariah Lubuk Basung, Senin sampai Rabu (22-24/3).

Sekretaris Disperindagkop dan UKM Agam, Aguska Dwi Fajra menyebutkan, kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari itu diikuti 50 pelaku UMKM Agam, dengan narasumber dari Balai Latihan Koperasi dan UKM Provinsi Sumbar.

“Materi yang diberikan seperti perencanaan bisnis UMKM, packing produk UMKM dan manajemen keuangan UMKM,” sebutnya.

Kemudian strategi pemasaran produk, pemasaran pada abad 21, menciptakan brand produk, membuat brosur yang menarik dan memaksimalkan media online untuk penjualan produk.

Menurutnya, pelatihan dilaksanakan menyikapi persaingan yang semakin ketat dan kompetitif serta masuknya era globalisasi, sehingga peningkatan SDM menjadi salah satu skala prioritas yang secara konsisten dilaksanakan untuk mengembangkan suatu usaha.

Dengan begitu, Pemkab Agam sangat fokus dan konsisten menumbuh -kembangkan koperasi dan UMKM, dengan harapan sektor ini memberikan kontribusi lebih signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

“Maka kita harapkan melalui pelatihan dan berkembangnya SDM UMKM yang handal dan kompeten, dapat membangun perekonomian menuju kehidupan masyarakat semakin sejahtera,” ujar Aguska.

Sementara itu, Wakil Bupati Agam, Irwan Fikri saat membuka pelatihan mengharapkan, agar peserta mendapatkan suatu yang baru dan motivasi, untuk tangguh menghadapi situasi sulit saat ini dalam mengembangkan usahanya di masa pandemi Covid-19.

“Kita minta dalam pelatihan perbanyak dialog dan diskusi, agar persoalan yang dihadapi pelaku UMKM dapat digali seutuhnya, sehingga kita bisa berikan solusi dan ide mengatasi persoalan itu,” katanya.

Sebab, selama ini dalam pelatihan sering ditemukan ada rasa malu dan kecanggungan bagi pelaku UMKM untuk bertanya dan berpendapat, padahal itu upaya untuk memecahkan masalah yang dialami dalam mengembangkan usaha.

“Kita juga harapkan Disperindagkop dan UKM siapkan kuesioner untuk peserta, seperti apa tanggapan mereka terhadap pelatihan ini, apakah metodenya sudah cocok dengan kebutuhannya apa belum.

Tanggapan itu, ulasnya, akan dievaluasi agar dalam pelaksanaan pelatihan selanjutnya metode pelatihan sesuai dengan kebutuhan peserta. (t_m)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *