Menu

P3A di Manggopoh Peroleh P3-TGAI dari BWS Sumatera V

  Dibaca : 96 kali
P3A di Manggopoh Peroleh P3-TGAI dari BWS Sumatera V

Manggopoh, AMC – Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, memperoleh alokasi anggaran Rp390 juta dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V.

Anggaran itu untuk pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) pada dua lokasi di nagari itu.

Kasi Kesra Nagari Manggopoh, Arif kepada AMC, Rabu (2/9) menyebutkan, P3A yang memperoleh anggaran itu adalah sawah Pandam Bawah, Jorong Pasar Durian dengan panjang irigasi sepanjang 450 meter dan sawah Anak Aia Gombak, Jorong Kubu Anau sekitar 400 meter.

“Masing-masingnya memperoleh anggaran Rp195 juta yang bersumber dari APBN, dengan pelaksanaannya selama 85 hari kalender,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ini sudah mulai dilaksanakan beberapa pekan lalu, dengan sistem swakelola yang dilaksanakan langsung oleh kelompok tani yang berada di sekitar irigasi itu.

Kegiatan ini, katanya, dalam rangka penyediaan air irigasi bagi sawah masyarakat, yang menjadi salah satu kunci untuk mendukung peningkatan produksi pangan.

Secara khusus, pemberdayaan P3A ini untuk menguatkan kelembagaan P3A menjadi mandiri, sehingga dapat berperan aktif dalam kegiatan pengembangan dan pengelolaan irigasi, terutama jaringan tersier secara partisipatif.

“Kita berharapkan kesadaran P3A akan pentingnya irigasi dan tata air yang baik untuk sawah mereka, karena di areal itu sumber air sangat sulit ketika musim kemarau tiba,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua P3A Sawah Pandam Bawah, Mahyudin Rustam mengatakan, akan memanfaatkan jaringan irigasi yang dibangun itu, karena keberadaan irigasi sangat berpengaruh terhadap produksi pertanian.

Menurutnya, program ini merupakan bantuan yang bersifat stimulan, maka diharapkannya ke depan ada bentuk bantuan lain yang dapat membantu lanjutan pembangunan irigasi di areal tersebut.

“Di areal itu lahan pertanian masyarakat khususnya persawahan cukup luas, yang mencapai 150 hektar,” sebutnya.

Dengan begitu, ulasnya, tentu membutuhkan jaringan irigasi agar dapat mendukung kelancaran air yang akan mengaliri lahan pertanian, supaya dapat menghasilkan produksi yang lebih baik. (t_m)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Post Kategori

Arsip

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional