Menu

Talempong Aguang Balaibelo, Seni Klasik Penghibur di “Malam Bajago-Jago”

  Dibaca : 101 kali
Talempong Aguang Balaibelo, Seni Klasik Penghibur di “Malam Bajago-Jago”

Balaibelo, AMC – Alunan suara talempong dan gong (aguang) mengalun kompak di tangan grup kesenian Bundo Kanduang di Jorong Balaibelo, Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjuang Raya, Kabupaten Agam.

Ketukan pada gelas, botol dan tempurung, membuat irama talempong dan gong makin ‘batingkah’, sementara itu, suara serunai secara otomatis membius telinga setiap pendengarnya.

“Talempong aguang ini merupakan kesenian tradisi yang diwariskan oleh nenek moyang kami di Jorong Balaibelo, hingga kini kesenian talempong aguang tetap eksis,” ujar pembina grup kesenian Bundo Kanduang, Metrizon Dt. Kayo saat dijumpai AMC, Sabtu (22/8).

Talempong aguang merupakan seni musik yang dimainkan saat malam acara pernikahan atau dalam istilah setempat malam bajago-jago. Alunan talempong aguang menjadi musik penghibur bagi keluarga yang punya hajatan.

“Talempong aguang dimainkan untuk menemani mereka yang tengah mempersiapkan hajatan pernikahan, seperti menemani orang memasak dan berkayu di malam menjelang perhelatan. Intinya musik ini dimainkan untuk menghibur,” jelasnya.

Menariknya, kesenian talempong aguang tidak hanya dimainkan dengan menggunakan alat musik pabrikan seperti talempong dan gong. Akan tetapi, sejumlah alat dapur seperti gelas, sendok, botol, tempurung, nyiru juga dijadikan sebagai alat musik.

“Rata-rata peralatannya menggunakan peralatan rumah tangga. Kemudian yang menari sebagai penghibur memanfaatkan nyiru sebagai pelengkap,” kata Metrizon.

Setiap alunan musik yang dimainkan dengan talempong aguang memiliki judul-judul sederhana yang terinspirasi dari kehidupan sehari-hari, antara lain yang populer seperti, Siamang Bagayuik, Cancang Rabuang, Paku dan Tatunggang.

Semua lagu menceritakan tetang filosofi dan kehidupan sehari-hari, seperti paku tatunggang (gulai pakis tumpah), yang menceritakan kesedihan seseorang tetang kehilangan sesuatu.

Diutarakan Metrizon Dt. Kayo, talempong aguang tidak sekedar kesenian musik tradisional. Akan tetapi, bagi masyarakat setempat talempong aguang telah menjadi identitas tersendiri bagi masyarakat Jorong Balaibelo.

Pemain inti talempong aguang berjumlah 8 orang, dan dapat bertambah sesuai alat musik yang akan dimainkan.

Setelah belasan tahun berkiprah di kesenian tradisional, kelompok seni Talempong Aguang Bundo Kandung telah menyabet banyak juara di berbagai festival di Kabupaten Agam, terakhir di acara Festival Danau Maninjau tahun 2019.

Jam terbang grup kesenian ini pun juga terbilang tinggi. Penampilan mereka tidak hanya di Kabupaten Agam saja, tapi juga sudah merambah ke provinsi tetangga seperti Riau.

“Sebenarnya jika tidak terkendala Covid-19, kami berencana akan tampil di Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta, karena kami ingin kesenian talempong aguang ini dikenal oleh banyak orang, bahkan hingga ke luar negeri,” katanya.

Sungguhpun begitu, kelompok kesenian ini terus mengasah kepiawaian dengan menjadwalkan dua hari dalam sepekan untuk latihan.

Bahkan, saat ini sejumlah generasi milenial di daerah setempat juga sudah melirik kesenian klasik tersebut.

“Kami berharap ke depan, generasi muda ini akan menjadi penerus, sehingga kesenian yang dimiliki Balaibelo ini bisa terus eksis sampai kapan pun,” ujarnya berharap. (Depit)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Post Kategori

Arsip

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional