Menu

Geliat Sekolah Islam, Makin Diminati Masyarakat Madani

  Dibaca : 188 kali
Geliat Sekolah Islam, Makin Diminati Masyarakat Madani

Lubuk Basung, AMC – Dari tahun ke tahun, sekolah Islam makin mencuri perhatian orang tua murid di Kabupaten Agam.

Selain cocok dengan visi Agam Madani, sekolah Islam juga dinilai mampu memenuhi kebutuhan keagamaan peserta didik.

Hendra (40) misalnya, salah seorang orang tua yang memilih menyekolahkan anaknya di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Madaniy. Dikatakan, melalui sekolah tersebut dirinya berharap adanya pembagian peran antara orang tua dan guru.

“Mungkin kita agak kurang pemahaman tentang agama, jadi melalui sekolah ini pendidikan keagamaan itu bisa didapat,” ujarnya, Jumat (24/7).

Menurut Hendra, secara kurikulum, kualitas pendidikan di luar keislaman juga dinilai bagus. Selain itu, pendidikan tentang karakter keislaman juga tertanam pada anaknya.

Hal senada juga diutarakan Sri Rahayu (32), dirinya menilai sekolah Islam mampu mengatasi kekhawatirannya terhadap kemajuan teknologi informasi. Menurutnya kemajuan teknologi informasi harus diimbangi dengan penanaman nilai-nilai keislaman sejak dini.

“Barangkali itu alasan saya memilih menyekolahkan anak di sekolah berbasis keagamaan,” ucapnya.

Harris Efrinaldi, Kepala SMPIT Al Madaniy mengakui dalam beberapa tahun terakhir sekolah islam memang telah menjadi tren. Dirinya menilai hal itu karena penonjolan materi keagamaan.

“Dulu awal ini dibangun, sekitar 2012, hanya ada 7 orang peminat. Kalau sekarang sudah ada 300-an,” sebutnya.

Menurut Harris, pada dasarnya mata pelajaran yang diperoleh oleh para siswa di sekolah Islam terpadu dipastikan sama dengan materi pelajaran yang ada di sekolah umum, karena sama-sama terdaftar dan diawasi oleh dinas pendidikan.

Hanya saja, sambung Harris, di sekolah Islam terpadu ada beberapa tambahan pengetahuan dan nilai-nilai islami yang ditekankan untuk diketahui dan dipraktekkan oleh para siswa.

“Seperti materi pembalajaran Alqur’an. Siswa diminta untuk bisa menghafal 2 juz Alquran menjelang tamat sekolah dasar. Kemudian program market day, dimana siswa bertindak langsung sebagai pedagang dan pembeli, artinya praktek langsung, ini cocok sekali dengan Agam Madani yang dicanangkan Bupati Agam,” jelasnya.

Senada dengan Harris, Kepala Sekolah Dasar Muhammadiyah Batu Hampar Kampuang Tangah, Zulkhaidir mengatakan tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anak di sekolah Islam memang bukan tanpa alasan.

Menurutnya, konsep pendidikan yang diaplikasikan di sekolah- sekolah berbasis keislaman relatif berbeda jika dibandingkan dengan sekolah-sekolah lainnya. Ia memisalkan fokus pembelajaran Alquran, pidato keislaman, dan akhlak Islami.

“Kombinasi antara kompetensi pengetahuan, keterampilan serta sikap spiritual dan sosial menjadi landasan utama sekolah islam banyak dipilih,” terangnya.

Sementara itu, Lisa Kepala Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Raudhah Agam, mengatakan yang menjadi fokus utama SDIT Raudhah adalah kurikulum al-Quran yang menargetkan lulusannya dapat menghafal Al-Qurxan minimal 6 juz serta bisa menuliskan dan menterjemahkan Alquran menjadi alasan kuat bagi orang tua untuk memilih sekolah islam.

“Selain itu di sekolah ini siswa-siswa dibina secara keislaman, baik dalam bertutur maupun bersikap. Jadi orang tua bisa mempercayai anak-anaknya dititipkan disini,” tegasnya. (Depit)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Post Kategori

Arsip

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional