Menu

Gerakkan Perekonomian, Warga Kampuang Pisang Budidaya Kangkung

  Dibaca : 842 kali
Gerakkan Perekonomian, Warga Kampuang Pisang Budidaya Kangkung

IV Koto, AMC Sejak Kabupaten Agam terdampak wabah Covid-19, warga Jorong Kampuang Pisang, Nagari Koto Panjang, Kecamatan IV Koto, mulai budidaya kangkung untuk menggerakkan perekonomiannya.

Pj Wali Nagari Koto Panjang, Netti Hando via ponsel, Jum’at (3/7) mengatakan, budidaya kangkung ini terdapat di beberapa lokasi yang jumlahnya sekitar 0,5 hektar.

“Hal ini diminati warga karena perguliran uang yang cukup cepat,” ujarnya.

Menurutnya, sejak benih kangkung disemai, hanya menunggu sekitar 15 sampai 21 hari sudah bisa di panen. Untuk pemasaran, kangkung baru mencukupi kebutuhan pasar Bukittinggi.

“Satu kali pasar warga membawa sekitar 100 ikat kangkung, dengan harga satu ikat Rp5.000,” sebut Netti.

Kangkung ini katanya cukup diminati oleh masyarakat. Padahal kangkung dari Solok juga dipasok di pasar Bukittinggi, tapi kangkung Kampuang Pisang tetap menjadi incaran pembeli.

Dijelaskannya, budidaya kangkung cukup mudah, warga hanya mengeluarkan modal untuk membersihkan lahan, benih dan pupuk.

“Selain kangkung, komoditi lain yang menggerakkan perekonomian masyarakat Jorong Kampuang Pisang yaitu pisang, cabai rawit dan jeruk,” ulasnya. (t_m)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Post Kategori

Arsip

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional