Menu

Indra Catri ke Wali Nagari Terpilih: Masalah Gizi, Pendidikan dan Agam Madani Harga Mati

  Dibaca : 107 kali
Indra Catri ke Wali Nagari Terpilih: Masalah Gizi, Pendidikan dan Agam Madani Harga Mati

AMCNews.co.id — Bupati Agam Dr. H. Indra Catri, meminta wali nagari yang baru dilantik (periode 2019-2025), untuk bisa memanfaatkan dana nagari sesuai dengan skala prioritasnya.

“Tajamlah saudara dalam memprioritaskan anggaran nagari. Mana yang lebih urgen itu yang di dahulukan,” Kata Indra Catri saat pelantikan 26 wali nagari terpilih.

Bupati menegaskan, dirinya tidak ingin mendengar ada masyarakat Agam tidak makan dan putus sekolah.

“Maka saya tidak ingin mendengar kalau ada masyarakat kita yang tidak makan. Jangan sampai ada anak kemenakan kita yang putus sekolah karena faktor ekonomi. Disinilah fungsi wali nagari sebagai pelindung bagi masyarakatnya. Maka utamakan dana nagari untuk masyarakat bukan yang lain,” tegas bupati.

Terlebih, katanya, saat ini Indonesia dibayangi isu stunting. Di Kabupaten Agam, jelasnya, ada sekitar 26 persen penderita stunting. Menurut bupati, hal itu disebabkan kurangnya asupan gizi yang di makan sejak mengandung hingga masa pertumbuhan.

“Untuk itu, saya selalu “nyinyir” kepada wali nagari untuk menggelorakan Agam Menyemai. Kalau kurang gizi, ajak mereka menanam. Yang terpeting, masalah gizi, pendidikan dan Agam Madani harga mati,” tegas bupati dua periode itu.

Indra Catri menjelaskan, pemerintah mempunyai komitmen yang tinggi menyediakan dana pembangunan untuk nagari.

Setiap nagari dibekali dengan kebijakan fiskal yang sangat fantastis, yaitu dana nagari yang bersumber dari APBN dan alokasi dana nagari dari APBD.

Sejak mulai efektif diberlakukan pada tahun 2015, penyaluran bantuan keuangan nagari ini terus meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2015 disalurkan 63,9 miliar rupiah.

“Jumlah ini naik terus dari tahun ke tahun sehingga pada tahun 2019 menjadi 159,5 miliar rupiah. Pada tahun 2020 jumlah ini akan meningkat lagi menjadi 162,7 miliar rupiah,” terang bupati.

“Artinya, jika dana yang sebesar ini tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh wali nagari maka dia merugi, karena gagal membuat sebuah legasi untuk masyarakatnya,” jelas bupati peraih pembina terbaik transparansi pengelolaan dana desa 2018 itu. (AMC06)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Post Kategori

Arsip

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional