Menu

50 Penyuluh di Agam Diberikan Pelatihan Mengendalikan Serangan OPT

  Dibaca : 175 kali
50 Penyuluh di Agam Diberikan Pelatihan Mengendalikan Serangan OPT

AMCNews.co.id — Sebanyak 50 orang Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Kabupaten Agam, mengikuti pelatihan untuk dapat mengamati dan mengendalikan serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).

Kadistan Agam melalui Kabid Prasarana Sarana Pertanian dan Penyuluhan, I Nyoman Karyawan, Kamis, (27/6) mengatakan, pelatihan singkat ini dilaksanakan melalui kerjasama antara Dinas Pertanian Kabupaten Agam dengan Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Bertindak sebagai narasumber tim teknis dari BPTPH Sumbar bidang perlindungan tanaman.

“Dari 50 PPS tersebut dibagi menjadi dua angkatan yang terdiri dari 25 orang per-angkatan. Untuk angkatan I, mengikuti pelatihan di Balai Pertanian Penyuluh (BPP) Kecamatan Tilatang Kamang pada Rabu (26/6) dan angkatan II di BPP Tanjung Raya,” ujarnya.

Dilain itu, tim teknis BPTPH Evi Yarnis mengatakan, materi yang diberikan yaitu, kiat-kiat mengendalikan hama dan penyakit pada budidaya tanaman padi sawah. Salah satunya adalah dengan pemberdayaan musuh alami, pengamatan secara berkala dan pentingnya kelompok yang mempunyai ahli dalam pengendalian hama terpadu.

“Pengamatan OPT merupakan hal penting yang tidak boleh ditinggalkan, karena dengan melakukan pengamatan kita dapat mengetahui keberadaan awal OPT, baik itu intensitas serangan maupun populasi di suatu wilayah”, ungkapnya.

Dengan diketahuinya intensitas atau populasi awal OPT, dapat segera melakukan tindakan pengendalian yang tepat dan akurat. Sehingga OPT dapat dikendalikan dengan baik.

Proses pengamatan OPT tidak hanya dilakukan oleh petugas pengamat hama, akan tetapi lebih baik dilakukan langsung oleh petani di lahan usaha taninya. Sehingga petani perlu diedukasi soal pengetahuan serangan OPT.

Untuk kedepannya, pengawalan OPT sejak dini diharapkan terus dilakukan oleh petugas POPT yang bersinergi dengan petugas penyuluh lapangan dan PPS serta kelompok tani agar produktivitas hasil tani tidak terganggu dan dapat optimal setiap musimnya. (AMC07)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Post Kategori

Arsip

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional