Menu

Hari Ibu Bukan Sekedar Hari Kasih Sayang Kepada Anak

  Dibaca : 150 kali
Hari Ibu Bukan Sekedar Hari Kasih Sayang Kepada Anak

AMCNews.co.id. Peringatan Hari Ibu ke-90 tahun mendapat sambutan hangat dari Ketua GOW Kabupaten Agam Ny. Candra Trinda Farhan.

Menurutnya, perempuan Indonesia berjuang sejak dahulu untuk kemerdekaan dan penghidupan yang layak. Saat ini persoalan yang dihadapi juga semakin kompleks, diantaranya bagaimana menyikapi globalisasi dan pesatnya perkembangan teknologi informasi yang sudah menjamahi segala aspek kehidupan.

Ini perlu diantisipasi agar tidak berpengaruh negatif bagi perkembangan anak. Hal tersebut diungkapkannya saat dimintai komentar tentang Hari Ibu yang akan jatuh pada 22 Desember, Jumat, (21/12) di ruang kerjanya.

“Sebelum menikah, setiap anak menunjukkan rasa sayang dan cinta kepada ibu yang telah begitu berjasa melahirkan dan membesarkan. Dan kini setelah menjadi ibu, momen peringatan hari ibu menjadi semakin berarti dan bermakna,” ucapnya.

Bila dilihat sejarahnya, sebenarnya Hari Ibu dirayakan sebagai hari nasional berdasarkan pada tanggal pelaksanaan kongres Perempuan Pertama digelar, 22 Desember 1928. Kongres itu tonggak sejarah dan membuktikan kekuatan dan keuletan perempuan Indonesia.

Sehingga sebenarnya Hari Ibu memiliki makna yang lebih mendalam, bukan sekadar kasih sayang ibu dan anak. Namun, sejatinya menyadarkan kembali tentang peran kaum perempuan tidak saja untuk mewujudkan ketahanan keluarga, namun juga meningkatkan peran perempuan di tengah masyarakatnya.

“Untuk mewujudkan peran besar ini, dibutuhkan kerjasama yang harmonis antara laki-laki sebagai suami dan perempuan sebagai istri sekaligus ibu,” ulasnya.

Ia melanjutkan, perkembangan informasi dan teknologi tidak mungkin dihempang dan dicegah. Sebagai ibu, harus mampu menyikapinya dan menganatisipasi berbagai perubahan dalam upaya melindungi anak-anak, generasi penerus.

Karenanya sosok ibu, menurut Ny. Candra, sangat penting dalam menjaga lingkungan keluarga. Dengan kasih sayang dan kebijaksanaan seorang ibu, dampak negatif globalisasi dan digitalisasi mudah-mudahan bisa disikapi.

Ny. Candra berpesan, perempuan dan khususnya ibu, selalu cerdas dan cermat menyikapi keadaan. Walaupun seorang ibu bisa berkarir, namun tetap tidak melupakan tugas sebagai ibu.

“Dengan memberikan kasih sayang dan pendidikan di lingkungan keluarga kepada anak-anak yang menjadi tanggungjawabnya. Peran ibu sangat menentukan kemajuan daerah, karena ibu merupakan pendidik pertama bagi anak. Dan ibu yang dapat menanamkan karakter dan nilai-nilai yang baik bagi anak,” tambahnya. (AMC06)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Post Kategori

Arsip

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional