Menu

Pemuda Agam Idzan Falaqi Terpilih Menjadi “Duta Budaya” Sumbar

  Dibaca : 315 kali
Pemuda Agam Idzan Falaqi Terpilih Menjadi “Duta Budaya” Sumbar

AMCNews.co.id — Pemuda asal Kabupaten Agam, CH.Idzan Falaqi Harmer (19) terpilih menjadi “Rang Mudo” atau duta budaya Sumatera Barat 2018 dalam pemilihan Duta Budaya Minang yang digelar Dinas Kebudayaan Sumbar, sejak 29 sampai 31 Oktober 2018, di hotel Bumi Minang Padang.

Kegiatan yang digelar sebagai upaya melestarikan nilai-nilai budaya lokal kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

“Duta budaya ini nantinya berperan mempromosikan nilai-nilai budaya serta menjadi figur dan cerminan karakter orang Minang di Sumbar,” kata Kepala Dinas Pemuda dan Kebudayaan Agam, Isra, didampingi Kabid Kebudayaan Yelidar, di ruang kerjanya, Rabu (31/10), Lubuk Basung.

Ditambahkan, terpilihnya Idzan menjadi Duta Budaya Minang Sumbar setelah menyisihkan lima pesaingnya dari kabupaten/kota dalam perebutan enam besar, yaitu Kabupaten 50 Kota, Kota Pariaman, Pasaman Barat, Sijunjung dan Kabupaten Dharmasraya.

Disamping itu, keberhasilan yang diraih putra Kecamatan Lubuk Basung kelahiran 1999 itu, adalah sebagai wujud gerakan nagari madani yang menjadi landasan utama untuk mewujudkan generasi muda yang cerdas, berakhlak, agamais dan berkarakter.

“Kami berharap melalui kegiatan ini akan lahir generasi muda yang memahami dan mencintai adat istiadat,” ujarnya.

Disebutkan, pemuda yang masih kuliah semester 5 di fakultas Hukum Unand itu, memiliki intelektual yang baik, seperti keterampilan menari pasambahan, silat, randai, dan fasih membaca Al-Quran.

“Dalam lomba ini, peserta diuji tentang pengetahuan adat istiadat, kemampuan agama Islam dan penampilan bakat. Alhamdulillah, Idzan menguasai itu semua,” ujar Isra dengan nada semangat.

Secara terpisah, Idzan menyampaikan terima kasih kepada Pemkab. Agam yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan pada dirinya sampai saat ini.

Menurutnya, kepercayaan sebagai duta budaya merupakan penghargaan sekaligus tantangan dan tanggungjawab yang cukup berat dalam mengimplementasikan nilai-nilai Adat Basandi Sarak, Sarak ditengah kehidupan masyarakat, terutama dalam merangkul generasi muda karena nilai-nilai tersebut nyaris dilupakan, akibat besarnya pengaruh perubahan zaman modrenisasi.

“Setelah ini kita bersama Pemkab Agam melalui dinas pendidikan dan kebudayaan  serta seluruh duta kabupaten/kota lainnya lebih inten melakukan koordinasi, sehingga akan lebih mudah dalam mensosialisasikannya,  ” ulasnya. (AMC06).

REKOMENDASI UNTUK ANDA

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Post Kategori

Arsip

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional