Bersejarah, Tiga Destinasi Wisata Agam Jadi Calon Geopark Sumbar

  • Bagikan

AMCnews.co.id — Tiga destinasi wisata Kabupaten Agam, menjadi calon Geopark di Sumatera Barat. Hal ini berdasarkan hasil identifikasi Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI).

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Agam, Jetson, ST, MT, kepada AMCNews.co.id, Kamis (12/7) menyebutkan, dari sembilan calon destinasi wisata di Sumbar, tiga diantaranya destinasi wisata Agam antara lain, Danau Maninjau, Ngarai Sianok dan Danau Tarusan Kamang.

Jetson menjelaskan secara singkat tentang sejarah terbentuknya tiga kawasan ini, sehingga mampu menyedot daya tarik wisatawan untuk berkunjung sampai diusung menjadi calon geopark Sumbar.

Secara administratif, Danau Maninjau yang terletak di Kecamatan Tanjung Raya itu merupakan kawasan gunung api purba.

Kaldera danau ini berasal dari tiga periode letusan besar 75.000-80.000 tahun lalu. Material letusan menjadi bahan terbentuknya Ngarai Sianok.

Menurutnya, di kawasan ini banyak lahir putra terbaik kebanggaan Indonesia, salah satunya dikenal dengan panggilan Buya Hamka, ia merupakan seorang ulama juga sastrawan dan tokoh pemimpin umat.

Sementara itu, Ngarai Sianok memiliki keragaman biologi bernilai warisan seperti bunga padma raksasa. Bunga ini secara nasional sebagai Puspa Nusantara langka dan dijadikan lambang Yayasan Flora Malesiana.

“Ngarai Sianok sendiri bagian dari patahan yang memisahkan pulau Sumatera menjadi dua bagian panjang. Patahan ini membentuk dinding yang curam, bahkan tegak lurus dan membentuk lembah hasil dari gerakan turun kulit bumi yang dialiri Batang Sianok,” ujar Jetson.

Sedangkan, Danau Tarusan Kamang yang terletak di kaki perbukitan kars di Nagari Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek memiliki keunikan yang tidak ditemukan di destinasi wisata lainnya.

Saat air danau keluar, terdengar suara dari beberapa tempat, sekitar tiga hari kemudian air mengalir dari lubang-lubang kaki bukit, sehingga mengenangi padang rumput pada akhirnya menjadi danau.

Tidak hanya itu, di kawasan tersebut banyak terdapat gua aktif.

“Ketiga kawasan ini sudah dikelola dengan baik dan dilakukan pengembangan-pengembangan, sehingga menjadi objek wisata yang menjadi incaran wisatawan baik nusantara maupun mancanegara,” ulanya.

(AMC05)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.