Rakor dan Bimtek Tim Pembina Posyandu Agam 2026 Perkuat Sinergi Lintas Sektor

  • Bagikan

Lubuk Basung, AMC – Dinas Kesehatan Kabupaten Agam menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tim Pembina Posyandu Kabupaten Agam Tahun 2026 di Ballroom Hotel Sakura Syariah, Kamis (4/6).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari perwakilan 11 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, camat se-Kabupaten Agam, kepala puskesmas, penanggung jawab Posyandu dan kesehatan anak, wali nagari, Ketua TP-PKK kecamatan, serta perwakilan kader Posyandu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Hendri Rusdian, saat membuka kegiatan mengatakan, rakor dan bimtek ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi, menyamakan persepsi, serta meningkatkan kapasitas seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan Posyandu.

Menurutnya, peran Posyandu saat ini semakin strategis seiring terbitnya Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu. Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga menjadi ujung tombak dalam mendukung pemenuhan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di berbagai sektor.

“Dalam implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP), Posyandu dituntut mampu memberikan pelayanan kepada seluruh siklus hidup masyarakat, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja, usia produktif hingga lansia. Untuk itu diperlukan dukungan dan kolaborasi seluruh sektor,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua TP Posyandu Kabupaten Agam, Ny. Merry Benni Warlis, turut menjadi salah satu narasumber dengan membawakan materi tentang peran dan fungsi lintas sektor dalam penyelenggaraan Posyandu.

Materi tersebut menekankan pentingnya sinergi antarlembaga dan keterlibatan seluruh unsur pemerintahan serta masyarakat dalam mendukung optimalisasi layanan Posyandu sebagai pusat pelayanan dasar yang terintegrasi.

Hendri Rusdian menambahkan, keberhasilan penyelenggaraan Posyandu tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah daerah, kecamatan, nagari, organisasi kemasyarakatan, hingga para kader di lapangan.

Pada kesempatan itu, ia juga menekankan beberapa prioritas yang perlu menjadi perhatian bersama, di antaranya percepatan penurunan stunting, peningkatan kapasitas kader Posyandu, serta penguatan dukungan anggaran dan kelembagaan Posyandu di tingkat nagari.

Saat ini, Kabupaten Agam memiliki 896 Posyandu dengan jumlah kader mencapai 4.480 orang. Namun demikian, masih terdapat kader yang belum mengikuti pelatihan kompetensi dasar dan asesmen sehingga perlu dilakukan penguatan kapasitas secara berkelanjutan.

Melalui rakor dan bimtek ini diharapkan seluruh Posyandu aktif di Kabupaten Agam mampu menerapkan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP), meningkatnya capaian imunisasi dasar lengkap, serta terpenuhinya sarana dan prasarana pendukung pelayanan Posyandu.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat peran Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Posyandu mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga nagari agar mampu menjalankan fungsi pembinaan secara optimal.

Hendri Rusdian mengajak seluruh peserta untuk terus memperkuat sinergi dan komitmen dalam mendukung transformasi Posyandu sebagai lembaga kemasyarakatan yang mandiri, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Melalui koordinasi dan kolaborasi yang kuat, kita berharap Posyandu dapat menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kualitas pelayanan dasar dan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Agam,” ujarnya.-
Penulis : Tori
Editor : Harmen

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *