Perpisahan Ponpes Sumatera Thawalib Penuh Haru, Bupati Agam Bangga

  • Bagikan

Banuhampu, AMC – Perpisahan santri Kelas VII angkatan Anbata ke-114 Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek, Bukittinggi-Agam diwarnai hujan air mata, Sabtu (9/3).

Pantauan AMC, perpisahan yang diawali dengan suasana ceria dan penuh suka cita ini sekejap berubah menjadi suasana haru dan sendu.

Suasana itu bermula saat salah seorang wisudawan, Syauqi Makarim yang menyampaikan kata perpisahan.

Dalam untaian katanya, Syauqi Makarim mengungkapkan rasa terima kasih dan harunya.

“Meski berat melangkahkan kaki meninggalkan para guru yang kami anggap orang tua, namun kami tetap harus pergi untuk mengejar cita-cita. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih karena telah menjaga kami seperti anakmu sendiri selama menimba ilmu di pondok pesantren ini,” katanya penuh haru.

Susana yang berbalut air mata tersebut tidak hanya dirasakan oleh santri namun juga para hadirin yang hadir dalam acara tersebut.

“Perpisahan memanglah sebuah peristiwa yang memberikan duka bagi setiap pertemuan. Namun itu akan menjadi kenangan indah yang mengantarkan kalian menjadi generasi yang sukses di masa mendatang,” ungkap Bupati Agam, Dr H Andri Warman MM yang turut menghadiri kegiatan tersebut.

Selain itu, Bupati Agam juga mengungkapkan rasa bangganya kepada para santri.

“Saya selaku kepala daerah dan juga seorang akademisi sangat bangga melihat para generasi yang paham akan agama ini. Rasanya mimpi untuk mewujudkan Agam madani semakin cepat terlaksana,” ujarnya.
Penulis: Tori
Editor : Rezka/Harmen

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *