Lubuk Basung, AMC – Anak Nagari Manggopoh tampilkan drama kolosal Perang Manggopoh saat malam penutupan rangkaian kegiatan peringatan Perang Manggopoh ke-114, di Medan Nan Bapaneh Nagari Manggopoh, Sabtu (23/7).
Dalam drama itu, ditampilkan bagaimana kehidupan masyarakat sebelum dijajah, hingga perlawanan masyarakat yang dipimpin Mandeh Siti dalam pertahankan harga diri bangsa ini.
“Kita apresiasi anak nagari menampilkan drama kolosal ini, karena ada pesan moral yang perlu kita renungi bersama,” ujar Bupati Agam melalui Sekdakab Agam, Edi Busti saat menutup rangkaian kegiatan peringatan Perang Manggopoh ke-114.
Dikatakannya, perlawanan para pejuang di masa itu, agar nagari ini tidak dikuasai penjajah sehingga masyarakat dan generasi ditinggalkan bisa hidup dengan aman.

“Kini tugas kita sebagai generasi untuk mengisi kemerdekaan yang sudah direbut para pejuang terdahulu,” sebutnya.
Menurut Edi Busti, salah satu yang dilakukan untuk mengisi kemerdekaan itu adalah melakukan pembangunan, agar taraf hidup dan perekonomian masyarakat bisa meningkat.
“Pembangunan ini tidak dapat dilakukan pemerintah saja, tapi dilaksanakan secara bersama-sama,” katanya.
Dengan begitu, peringatan Perang Manggopoh yang diperingati setiap tahunnya itu, ada nilai perjuangan bagi masyarakat untuk menjadikan negara, khususnya Agam jadi lebih maju. (t_m)




