Agam, AMC.— Pemerintah Kabupaten Agam terus memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi untuk mempercepat penanganan stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menghadirkan solusi yang tepat sasaran, berkelanjutan, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan koordinasi dan diskusi sinergi perguruan tinggi dengan pemerintah daerah melalui Program Konsorsium Kampus Sehat Berdampak Kabupaten Agam Tahun 2026, di Aula Kantor Bupati Agam, Kamis (22/10).
Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Dr. Muhammad Lutfi AR, SH, M.Si., bersama kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan tim konsorsium yang diketuai Ises Reni, S.Kp., M.Kep., yang juga Rektor Universitas Mercu Bakti Jaya.
Ketua tim konsorsium, Ises Reni, S.Kp., M.Kep mengatakan, program Konsorsium Kampus Sehat Berdampak merupakan gerakan kolaboratif yang diinisiasi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah X bersama 12 perguruan tinggi negeri dan swasta.
Program ini menjadi wadah bagi perguruan tinggi untuk mengoptimalkan peran dan kontribusinya dalam mendukung pembangunan daerah melalui penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Tidak hanya berfokus pada penanganan stunting, program tersebut juga mencakup sejumlah isu strategis lainnya, seperti pencegahan tuberkulosis (TBC), peningkatan kesehatan mental, pencegahan perundungan dan kekerasan, pemberantasan penyalahgunaan narkoba, pendidikan antikorupsi, mitigasi bencana, pelestarian lingkungan, hingga pemberdayaan ekonomi dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pihaknya menyampaikan apresiasi atas sambutan dan dukungan Pemerintah Kabupaten Agam terhadap pelaksanaan program tersebut.
Menurutnya, koordinasi bersama pemerintah daerah merupakan langkah awal yang penting untuk memahami kondisi riil masyarakat, mengidentifikasi persoalan prioritas, serta menyelaraskan program perguruan tinggi dengan arah kebijakan dan kebutuhan pembangunan daerah.
Ia menegaskan, kehadiran perguruan tinggi melalui program Kampus Sehat Berdampak harus mampu melampaui pelaksanaan kegiatan seremonial.
Lebih dari itu, kolaborasi yang dibangun diharapkan dapat menghasilkan langkah konkret yang menjawab persoalan masyarakat berdasarkan kebutuhan di lapangan.
“Kami ingin mendengar langsung dari pemerintah daerah mengenai kondisi dan tantangan yang dihadapi di lapangan. Dengan begitu, kontribusi perguruan tinggi dapat disesuaikan dengan kebutuhan daerah, sehingga kegiatan yang dilaksanakan benar- benar memberikan manfaat,” ungkapnya.
Ises Reni menambahkan, konsorsium tersebut dirancang untuk membangun kerja sama jangka panjang antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.
Setiap perguruan tinggi diharapkan dapat berkontribusi sesuai kompetensi, keahlian, dan sumber daya yang dimiliki, sehingga upaya penyelesaian berbagai persoalan masyarakat dapat dilakukan secara terpadu dan berkesinambungan.
Ia juga berharap masukan dari pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait dapat menjadi dasar dalam menyusun program yang terarah, efektif, dan berkelanjutan, terutama dalam mendukung percepatan penanganan stunting di Kabupaten Agam.
Sementara itu, Sekda Agam, Muhammad Lutfi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh perguruan tinggi yang telah memilih Nagari Sungai Pua sebagai salah satu lokasi pelaksanaan Program Konsorsium Kampus Sehat Berdampak Tahun 2026.
Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi merupakan peluang strategis bagi pemerintah daerah untuk memperkuat berbagai upaya peningkatan kesehatan masyarakat, termasuk penanganan stunting yang membutuhkan perhatian dan keterlibatan banyak pihak.
Lutfi menegaskan, persoalan stunting tidak dapat diselesaikan hanya melalui satu sektor, melainkan membutuhkan koordinasi dan kerja sama yang kuat antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, tenaga kesehatan, serta masyarakat.
Melalui kolaborasi tersebut, berbagai potensi dan keahlian yang dimiliki perguruan tinggi diharapkan dapat mendukung program pemerintah, mulai dari edukasi kesehatan, pendampingan masyarakat, penguatan pemahaman mengenai gizi, hingga upaya pencegahan yang disesuaikan dengan kondisi masyarakat setempat.
“Kami berharap melalui kerja sama ini, penanganan stunting di Kabupaten Agam dapat dipercepat. Dengan koordinasi dan kolaborasi yang baik, berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah daerah dapat semakin efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga berharap pelaksanaan program di Nagari Sungai Pua tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat setempat, tetapi juga dapat menjadi bahan pembelajaran dan menghasilkan praktik baik yang bisa dikembangkan di nagari- nagari lainnya di Kabupaten Agam.
Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat serta keberlanjutan upaya yang dilakukan dalam menjawab persoalan kesehatan dan pembangunan manusia.
Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama untuk menyamakan persepsi mengenai kondisi dan kebutuhan prioritas Kabupaten Agam, sekaligus merumuskan bentuk kontribusi konkret perguruan tinggi agar selaras dengan program dan kebijakan pemerintah daerah.
Melalui sinergi pemerintah daerah dan 12 perguruan tinggi tersebut, Pemerintah Kabupaten Agam berharap penanganan stunting dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Kolaborasi ini juga diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia serta mewujudkan masyarakat Agam yang sehat dan generasi masa depan yang berkualitas.-
Penulis : Hari
Editor : Harmen




