Lubuk Basung, AMC – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Basung, Kabupaten Agam, keluhkan minimnya fasilitas perawatan dalam menangani pasien Covid-19.
“Selain tidak miliki ventilator, kita di RSUD juga kekurangan pasokan obat anti virus pak,” ujar Direktur RSUD Lubuk Basung, Syahrizal Antoni kepada Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah saat mengunjungi rumah sakit itu, Jum’at (30/7).
Di bulan Juli ini saja, katanya, tercatat 30 pasien Covid-19 meninggal dunia, diantaranya akibat tidak mendapat dukungan ventilator. Ketika pihaknya merujuk pasien ke rumah sakit lain, ketersediaan kamar pun kerap penuh.
“Kini ada empat orang pasien di RSUD dengan kondisi berat, yang membutuhkan ventilator,” sebutnya.
Selama ini, pihaknya hanya memanfaatkan 1 unit High Flow Nasal Cannula (HFNC), bantuan dari Pemprov Sumbar sebagai pengganti ventilator, tapi jumlah tersebut sangat tidak mencukupi di rumah sakit milik Pemkab Agam itu.
“Jika ventilator tidak ada, HFNC juga tidak apa-apa pak, kalau bisa 3 atau 4 unit lagi akan sangat membantu,” terangnya.
Untuk melengkapi kekurangan itu, Pemkab Agam sudah berupaya melakukan pengadaan melalui dana Biaya Tidak Tetap (BTT), tapi terkendala administrasi pengaturan dana kedaruratan, sehingga perlu dikonsultasikan ke BPKP.
“Tapi sudah 15 hari kita masih belum menerima jawaban dari pihak BPKP,” ujar Sekdab Agam, Martias Wanto.

Menanggapi hal itu, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah langsung menghubungi BPKP Sumbar, tapi belum mendapatkan jawaban memuaskan.
Sehingga ia minta Dinas Kesehatan Sumbar untuk mengecek ketersediaan fasilitas perawatan pasien Covid-19 di seluruh daerah, termasuk Kabupaten Agam sendiri.
“Pak kadis, di RSUD Lubuk Basung diketahui belum miliki ventilator, tolong dicek termasuk ketersediaan obat anti virusnya,” tegas Mahyeldi (t_m)




