Menu

118 Santri Dikhatam di Sungai Cubadak, Indra Catri Minta Terus Diproklamirkan

  Dibaca : 399 kali
118 Santri Dikhatam di Sungai Cubadak, Indra Catri Minta Terus Diproklamirkan

AMCnews.co.id — Sebanyak 118 santri/wati di Nagari Persiapan Sungai Cubadak Tabek Panjang, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam mengikuti khatam Al-Quran, di Masjid Makmur, Sabtu (28/12).

Ke-118 santri/wati ini berasal dari tiga TPA yang ada di Nagari Persiapan Sungai Cubadak dan Simarasok, yang pelaksanaan khatam dilakukan secara bersamaan.

Khatam Al-Qur’an ke-21 ini dihadiri Bupati Agam, Dr. H. Indra Catri, Ketua TP-PKK Agam, Ny. Vita Indra Catri, Sekretaris Camat Baso, tokoh masyarakat dan orang tua santri/wati.

Panitia pelaksana, Darul Musto mengatakan, khatam Al-Quran secara bersama ini dilakukan dua tahun sekali. Pelaksanaannya dua hari, Sabtu dan Minggu (28-29/12). Hari pertama pembacaan Al-Qur’an, dan hari kedua arak-arakan sekeliling Nagari Persiapan Sungai Cubadak.

“Peserta khatam tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya, dari 114 pada 2017 menjadi 118 di 2019. Mereka berasal dari tiga TPA di Nagari Persiapan Sungai Cubadak dan TPA Simarasok,” ujarnya.

Dengan pelaksanaan khatam, ia mengharapkan ke depan semakin banyak lahir hafiz dan hafizah di Kecamatan Baso, khususnya Sungai Cubadak.

Bupati Agam, Dr. H. Indra Catri saat membuka khatam Al-Qur’an mengajak orang tua santri untuk bersyukur, karena anak-anaknya sudah menyelesaikan pendidikan baca tulis Al-Qur’an dan hari ini dikhatam.

“Khatam sangat penting dilaksanakan, baik upacaranya maupun pawai. Karena basaksi mato urang banyak, basuluah mato hari, anak-anak berkumpul di masjid dan diuji membaca Al-Qur’an satu per satu dihadapan orang tuanya,” sebut IC.

Dengan begitu, menurut bupati dua periode ini masyarakat akan tahu anak yang dikhatam betul-betul sudah menyelesaikan pendidikan baca tulis Al-Qur’an. Ini perlu diproklamirkan secara besar-besaran kepada publik.

Salah satu cara memproklamirkannya, disebutkan Indra Catri dengan pelaksanaan arak-arakan sekeliling kampung dan mendokumentasikannya. Dokumentasi dipublish ke media baik cetak maupun media sosial, supaya lebih luas masyarakat mengetahui kegiatan ini.

Untuk itu, IC meminta orang tua, bako dan mamak santri agar mendampingi anak kemenakannya dalam prosesi arak-arakan nanti. Supaya masyarakat tau anak kemenakan siapa saja yang dikhatam.

“Tidak hanya sampai di sini, walaupun sekarang sudah ke-21dan diharapkan khatam Al-Qur’an tetap ada sampai kapanpun,” pungkasnya. (AMC05)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Post Kategori

Arsip

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional