Menu

Ingin Melihat Pengembangan Islam, Puluhan Santri dari Thailand Berkunjung ke Agam

  Dibaca : 396 kali
Ingin Melihat Pengembangan Islam, Puluhan Santri dari Thailand Berkunjung ke Agam

AMCnews.co.id — Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek Kabupaten Agam, membawa 28 santri Eakkapap Sasanawich Islamic School, Provinsi Krabi, Thailand, berkunjung ke pemerintah daerah itu.

Kunjungan diterima oleh Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria, didampingi Kabag Kesra Setda Agam Syatria, di ruang rapat bupati, Rabu (27/3).

Guru besar Pondok Pesantren Sumatera Thawalib Parabek, Syaikhu Madrasah Buya Deswandi mengatakan, kunjungan ini merupakan balasan dari program study Exchange ke sekolah Eakkapap Sasanawich Islamic School, Provinsi Krabi, Thailand, pada 20 hingga 30 Januari 2019 yang diikuti 30 santri.

“Ponpes Sumatera Thawalib Parabek dengan usia 109 tahun, berupaya kembangkan program dan ingin kaderkan ulama internasional. Salah satunya melalui MoU dengan pondok pesantren luar Indonesia diantaranya, Thailand dan Malaysia,” ujar Deswandi.

Menurutnya, hal ini dilakukan agar wawasan santri tidak hanya terpaku dilingkup Sumatera Barat atau Indonesia, tapi bisa menembus internasional untuk melihat perkembangan Islam di negara lain, yang dapat diimplementasikan di Agam.

Dengan demikian, kunjungan balasan dari sekolah Eakkapap Sasanawich Islamic School ini, mereka ingin memahami bagaimana budaya pengembangan Islam di Agam, agar dapat jadi contoh dan dikembangkan di negaranya.

“Mereka akan bergabung di Ponpes Sumatera Thawalib Parabek selama 20 hari, mulai 20 hingga 1 April 2019,” sebutnya.

Trinda Farhan Satria mengaku bangga, karena Kabupaten Agam kedatangan tamu istimewa dari Eakkapap Sasanawich Islamic School, Provinsi Krabi, Thailand. Semoga merasa betah, nyaman dan tentram selama di Agam, sehingga berkeinginan berkunjung kembali.

Menurutnya, kunjungan ini akan berikan inspirasi bagi santri dalam berinteraksi dengan dunia luar. Bahkan dapat berikan pemahaman, bahwa kehidupan Islam ruang lingkupnya tidak kecil, sehingga dapat sharing dan berbagi pengalaman.

“Setiap tempat miliki kelebihan tersendiri yang dapat dipelajari dan dikembangkan di tempat masing-masing,” sebutnya.

Dikatakan, dengan program strategis Pemkab Agam yaitu Nagari Madani, terkait menumbuhkan karakter keberislaman bagi masyarakat Agam, sebuah kombinasi yang sedang dibangun untuk menyelaraskan antara kebijakan pemerintah dengan gerakan pendidikan dakwah yang menjadi ujung tombaknya adalah pondok pesantren.

Pada kesempatan itu, Trinda Farhan Satri menjelaskan secara detail apa saja yang menjadi indikator dan kriteria yang tertuang dalam gerakan Nagari Madani. Sehingga siswa yang berkunjung dapat memahami dengan cara diterjemahkan oleh Ustazah pembimbingnya yaitu Nurahayana.

“Agam sejak zaman dulu adalah gudangnya para ulama diantaranya, Ahmad Khatib Al-Minangkabawi yang merupakan imam besar di Masjidil Haram. Tidak salah lagi jika Ponpes Sumatera Thawalib Parabek ingin kaderkan ulama internasional di Agam,” sebutnya (AMC05)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Post Kategori

Arsip

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional