4 Sektor sebagai “Booster” Pembangunan Agam ke Depan

  • Bagikan

Musyawarah Rencana Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Kabupaten Agam 2020 (Musrenbang RKPD 2020) menetapkan 4 sektor sebagai prioritas pembangunan ke depan. Rabu 20 Maret 2019, bertempat di Aula Bappeda Kabupaten Agam, Dr. H. Indra Catri Bupati Agam menegaskan pentingnya untuk merencanakan pembangunan secara sistematis dan tepat sasaran.

Pemerintah daerah adalah sebuah sistem yang kompleks dan dinamis. Pembangunan daerah tidak dipungkiri memiliki beberapa hambatan yang harus diatasi. Menyikapi hal itu, Indra Catri menginstruksikan kepada seluruh Kepala OPD dan ASN Kabupaten Agam untuk dapat mendeteksi dan mengetahui dengan jelas core problem pembangunan daerah itu sendiri.

“Pemerintah Daerah itu sangat dinamis, antara tuntutan dan kemampuan kerap tidak ekuivalen satu sama lain. Oleh karena itu, penting bagi seluruh Kepala OPD dan stakeholder pemerintahan untuk mengerti dan memahami terlebih dahulu inti permasalahan atau kendala dalam melakukan pembangunan. Jika mereka bisa memahami persoalan utamanya, maka akan menghasilkan analisa yang tepat, mengikuti solusi yang tepat pula”, terang Indra Catri.

Menyikapi anggaran yang tidak seimbang dengan kebutuhan pembangunan itu, Indra Catri mengambil langkah taktis dan solutif untuk mendorong 4 sektor utama yang perlu dijadikan prioritas pembangunan, yaitu ketahanan pangan, pemerintahan nagari, kepariwisataan dan kebersihan lingkungan.

“Kita semua mengetahui, bahwa anggaran pemerintah yang tersedia belum mampu untuk memenuhi semua sektor dengan pembangunan massif. Oleh karena itu, menetapkan skala pioritas selalu merupakan hal yang tepat untuk dilakukan. Empat sektor yang kami jadikan skala prioritas ini dianggap mampu menjadi trigger bagi pembangunan di sektor yang lain, baik secara langsung maupun tidak langsung”, tegas Indra Catri.

Ketahanan pangan merupakan salah satu sektor prioritas yang tetap menjadi perhatian. Sebagai kebutuhan primer masyarakat, maka Pemerintah Kabupaten Agam melalui OPD terkait akan tetap memberi pasokan bantuan bibit produktif bagi masyarakat.

Pemerintah Nagari akan kembali menerima pembinaan dari DPMN Agam untuk lebih efektif dan efisien dalam pemanfaatan dana desa. Sesuai dengan filosofi pembangunan Kabupaten Agam yang menjadikan nagari sebagai base development sector.

Kepariwisataan akan menjadi branding Kabupaten Agam ke depan melalui tagline “Ayo ke Agam !!!”. Tahun 2019 ini sejumlah pembangunan objek wisata akan rampung dilakukan, dan akan ditindaklanjuti dengan penyelenggaraan event-event berskala besar. Kegiatan ini tentu akan ditunjang melalui pembenahan infrastruktur dan fasilitas publik.

Pada sektor kebersihan lingkungan, penguatan OPD terkait, sosialisasi kepada masyarakat, kecamatan dan pemerintahan nagari akan semakin ditingkatkan. Karena tidak hanya berkaitan dengan keindahan, namun persoalan kebersihan ini juga berpengaruh besar terhadap sektor kesehatan dan kepariwisataan.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *