Menu

STQ Mushalla Firdaus Koto Tangah Wisuda Santri Tahfidz Juz 30 ke-1

  Dibaca : 561 kali
STQ Mushalla Firdaus Koto Tangah Wisuda Santri Tahfidz Juz 30 ke-1

AMCnews.co.id — Surau Tahfidzul Qur’an (STQ) Mushalla Firdaus Jorong Jalikur Patanangan, Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, mewisuda sebanyak 28 santri tahfidz Juz 30 ke-1, di STQ Mushalla Firdaus, Selasa (5/2).

Ketua STQ Mushalla Firdaus, Syaiful Hendra mengatakan, santri yang diwisuda ini berhasil tahfidz dalam waktu enam bulan. Terhitung sejak STQ Mushala Firdaus berdiri pada 5 Juli 2018, dengan jumlah santri saat ini mencapai 120 orang.

Dijelaskan, berdirinya STQ berawal dari kegiatan magrib mengaji, yang saat itu diikuti anak-anak lima orang yang rutin dilaksanakan setiap hari. Setelah sekian lama, habis shalat magrib ternyata anak yang datang ke mushalla bertambah banyak.

“Sehingga dikembangkan jadi program mengaji biasa dengan jumlah santri 30 orang. Kemudian terpikir bagi kami untuk membuka tahfidz, alhamdulillah pesertanya ramai,” ujar Hendra juga sebagai Babinkamtibmas di nagari tersebut.

Disebutkan, saat ini santri berjumlah 120 orang dan untuk penerimaan sudah ditutup mengingat keterbatasan lokasi dan guru yang berjumlah 10 orang. Mereka berasal dari anak nagari ada berstatus mahasiswa dan siswa SMA, dengan mengajar dengan sukarela.

Syaiful Hendra mengaku tidak menyangka wisuda dapat dilakukan, karena kegiatan ini sebelumnya hanya program mengaji biasa, tapi berkat kuasa Allah dan dukungan semua pihak bisa dilaksanakan.

“Bahkan, seiring berdirinya STQ Mushalla Firdaus dalam waktu enam bulan kita berhasil mewisuda 28 santri,” sebutnya.

Terkait hal ini, Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria Dt Tumangguang Putiah, yang turut menghadiri berikan apresiasi dengan digelarnya kegiatan tersebut, yang baru berjalan enam bulan telah mewisuda 28 santri.

Menurutnya, informasi yang didapat kegiatan ini berawal dibina Babinkamtibmas Nagari Koto Tangah, yang juga sumando di nagari itu. Ini menunjukkan semua stakeholder bisa dilibatkan dalam mewujudkan Nagari Madani.

“Sehingga dengan diangkatnya kegiatan wisuda, dari tujuh kriteria dalam gerakan Nagari Madani, lima diantaranya secara langsung ikut terangkat. Ini dapat mempercepat akselarasi menuju Nagari Madani,” sebutnya.

Menurutnya, dengan digelarnya kegiatan positif pada anak, mereka akan terhindar dari penyakit masyarakat yang dapat merusak masa depannya, bahkan tugas kepolisian juga berkurang dalam menangani kasus tersebut.

“Dalam jangka waktu enam bulan santri telah hafidz satu juz, insyallah kedepannya mereka dapat menyelesaikan hafalannya hingga 30 juz,” ujarnya berharap.

Diharapkan juga pada orang tua santri mendorong anaknya untuk tetus belajar mengaji dan hafidz Qur’an, karena ini besar manfaatnya baik bagi diri santri maupun keluarganya. (AMC05)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

KOMENTAR

4 Komentar

  1. Haslizen Hoesin Rabu, 13 Februari 2019
  2. Haslizen Hoesin Rabu, 13 Februari 2019
  3. Haslizen Hoesin Rabu, 13 Februari 2019
  4. Haslizen Hoesin Rabu, 13 Februari 2019

Post Kategori

Arsip

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional