AMCnews.co.id — Pemerintah Kabupaten Agam, melalui Dinas Kominikasi dan Informatika (Kominfo) menggelar pemilihan kelompok media tradisional tingkat kabupaten, di GOR Padang Baru Lubuk Basung, Kamis, (4/10).
Kegiatan bertema #save Maninjau itu, dibuka Bupati Agam, diwakili Asisten II Setdakab Agam, Jetson, dihadiri Kepala Kominfo Agam, Fauzan Helmi Hutasuhut beserta jajaran serta tamu undangan lainnya.
Pada kesempatan itu, Jetson menyebutkan bahwa keterlibatan kelompok media tradisional terhadap penyelenggaraan urusan komunikasi di daerah sangat strategis, karena selain berikan hiburan kepada masyarakat juga jadi wadah untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Menurutnya, media tradisional miliki kelebihan dan keistimewaan yang tidak dimiliki media modern saat ini, karena bentuk komunikasinya lebih menarik, sederhana dan mudah dimengerti oleh publik.
“Apalagi tema yang diangkat dalam kegiatan itu adalah #save Maninjau, kita dapat mencermati bahwa tema itu merupakan salah satu upaya penyelamatan Danau Maninjau dari kerusakan yang lebih parah,” ujarnya.
Saat itu peserta menceritakan bagaimana kondisi danau sebelum tercemar yang dapat mendorong peningkatan perekonomian masyarakat, hingga kondisi sekarang yang sudah memprihatinkan.
Disebutkan, tingkat pencemaran saat ini termasuk dalam kategori tercemar berat akibat residu pakan ikan yang dipelihara di KJA, ini sesuai hasil penilitian lembaga yang berkompeten.
Dengan demikian, diharapkan media tradisional berikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat, agar lebih peduli terhadap penyelamatan danau Maninjau dan mengembalikan
-nya sebagai destinasi wisata.
Kepala Diskominfo Agam, Fauzan Helmi Hutasuhut menyebutkan, pemilihan kelompok media tradisional berupa pertunjukan seni dan budaya yang dikemas dalam suatu rangkaian cerita mengandung makna dan pesan pembangunan.
Namun, pada kegiatan itu pemerintah telah menetapkan tema diangkat adalah #save Maninjau, yang dilatarbelakangi keadaan atau kondisi yang perlu disosialisasikan pada masyarakat.
“Selain mensosialisasikan program pemerintah, kegiatan ini juga untuk menciptakan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi pembinaan kelompok media tradisional secara terpadu dan berkesinambungan,” jelasnya.
Tidak hanya itu, tetapi juga menciptakan kelompok media tradisional sebagai wahana penggerak partisipasi aktif masyarakat, dalam hal penyampaian informasi dan penyalur aspirasi masyarakat.
Peserta yang mengikuti sebanyak lima kelompok masing-masing, kelompok Randai Tuah Sakato Kecamatan Lubuk Basung, Randai Puti Bagalang Ameh Kecamatan Ampek Angkek, Randai Minang Jaya Kecamatan Ampek Nagari, Randai Ganto Rang Sapuluah Kecamatan Canduang dan Sanggar Seni Terpadu Kecamatan Tanjung Raya. (AMC05)




