AMCnews.co.id — Pemerintah Kabupaten Agam gelar pelatihan bagi imam dan khatib untuk meningkatkan kapasitas, serta profesionalitas menuju gerakan Nagari Madani, di Hotel Nuansa Maninjau, Senin (25/2).
Kegiatan yang digelar Bagian Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Agam ini, dibuka oleh Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria Dt Tumangguang Putiah, dengan peserta sebanyak 91 orang berasal dari masjid di nagari.
Trinda Farhan Satria mengatakan, ini bagian dalam rangkaian kegiatan yang disiapkan untuk mendukung terwujudnya gerakan Nagari Madani. Meski ujung tombaknya di nagari, Pemkab Agam mensupor baik dengan supervisi, nasehat maupun semacam pilot project peningkatan SDM.
Menurutnya, sudah banyak pelatihan-pelatihan yang dilakukan diantaranya imam dan khatib, karena ini juga bagian dari indikator untuk mewujdukan gerakan Nagari Madani di Kabupaten Agam.
“Dari tahun ke tahun peserta pelatihan diganti. Sekarang peserta dan asal masjidnya sudah terdata, tahun depan akan diganti dari masjid lain yang ada di nagari untuk mendapatkan pembekalan ini,” sebutnya.
Trinda menyebutkan, dengan adanya pelatihan imam dan khatib, diharapkan peserta miliki kebanggaan dan semangat dalam memberikan pencerahan bagi jamaah. Selain itu juga dapat gambaran terkait kondisi generasi muda di nagari itu.
“Imam dan khatib ibarat dokter yang mengobati dan mengenali kondisi penyakit yang diderita pasiennya,” sebut wabup.
Meski pesertanya satu orang dari nagari, Trinda berharap mereka dapat menyebarkan ilmunya pada imam dan khatib di masjid lainnya.
Kabag Kesra Setda Agam, Syatria selaku ketua panitia mengatakan, kegiatan ini digelar untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas, serta memunculkan kader-kader baru imam dan khatib di nagari.
“Pelatihan digelar tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (25-27/2), dengan peserta 91 orang terdiri dari imam dan khatib utusan masing-masing nagari termasuk nagari persiapan,” ujarnya.
Pihaknya menghadirkan narasumber dari MUI Agam, Kemenag Agam, Lembaga Manajemen Terapan Trusco Sumbar dan Agam, serta Akademisi dari Perguruan Tinggi Islam. (AMC05)




