Malalak, AMC– Usai meninjau penanganan ruas jalan longsor di Sungai Landia, Kecamatan IV Koto, Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI Dody Hanggodo bersama Bupati Agam Ir. H. Benni Warlis, MM, Dt. Tan Batuah melanjutkan peninjauan ke ruas jalan Malalak, Jumat (31/7).
Ruas jalan provinsi yang sempat terdampak bencana hidrometeorologi itu kini sedang dalam tahap pembangunan dan telah kembali dapat dilalui masyarakat. Peninjauan dilakukan untuk memastikan progres pekerjaan sekaligus mengevaluasi kebutuhan penanganan lanjutan pada sejumlah titik rawan di wilayah tersebut.
Bupati Agam Benni Warlis mengatakan, kunjungan Menteri PU ke Kabupaten Agam menjadi momentum penting karena seluruh kondisi infrastruktur yang selama ini hanya dilaporkan melalui dokumen kini dapat dilihat langsung di lapangan oleh pemerintah pusat.
“Alhamdulillah, hari ini Bapak Menteri PU khusus datang ke Kabupaten Agam. Semua persoalan yang selama ini sulit kita gambarkan, hari ini beliau melihat langsung kondisi riilnya. Mulai dari ruas jalan Padang Lua– Manggopoh, Kelok 44, Matur, Jembatan Bailey, Panta, hingga Sungai Landia semuanya ditinjau secara langsung,” ujar Benni.
Menurutnya, hasil peninjauan tersebut menghasilkan sejumlah arahan teknis kepada jajaran Kementerian PU agar segera melakukan survei dan kajian terhadap lokasi-lokasi yang memerlukan penanganan permanen.
“Yang membuat kami semakin optimistis, Bapak Menteri telah memerintahkan jajarannya agar segera melakukan survei dan kajian teknis. Beliau juga menyampaikan bahwa untuk pendanaan pemerintah pusat siap mendukung. Tinggal bagaimana hasil kajian teknis menentukan bentuk penanganan yang paling tepat,” katanya.

Selain ruas jalan, Bupati menjelaskan Menteri PU juga meninjau kawasan Sungai Tamayo di Jorong Labuah, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya. Di lokasi tersebut, Kementerian PU akan menurunkan Balai Teknik Sabo untuk melakukan investigasi geoteknik sebagai dasar pembangunan Sabo Dam guna mengendalikan banjir dan material longsor dari hulu.
“Sungai Tamayo juga menjadi perhatian serius. Pak Menteri sudah menginstruksikan Balai Teknik Sabo untuk segera melakukan survei sebagai dasar pembangunan Sabo Dam. Sementara normalisasi sungai saat ini sudah berjalan, begitu juga pekerjaan bronjong di beberapa titik rawan,” jelasnya.
Benni menilai dukungan pemerintah pusat merupakan langkah strategis dalam mempercepat pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Agam beberapa waktu lalu. Menurutnya, penanganan tidak hanya difokuskan pada jalan, tetapi juga sungai, irigasi, serta infrastruktur penunjang lainnya.
Ia menyebut Pemerintah Kabupaten Agam terus mengawal seluruh kebutuhan pembangunan, baik yang menjadi kewenangan kabupaten, provinsi, maupun pemerintah pusat.
“Sebagai pemerintah daerah, tugas kami adalah memastikan seluruh kebutuhan masyarakat diperjuangkan. Baik itu jalan kabupaten, jalan provinsi, maupun jalan nasional, semuanya kami koordinasikan hingga ke kementerian agar penanganannya bisa segera direalisasikan,” ujarnya.
Bupati juga mengapresiasi perhatian Presiden RI Prabowo Subianto yang telah menginstruksikan Menteri PU turun langsung meninjau lokasi terdampak bencana di Kabupaten Agam.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat Agam. Begitu juga kepada Kementerian PU, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam percepatan pemulihan pascabencana,” katanya.
Disisi lain, Benni mengungkapkan,proses rehabilitasi sektor pertanian juga terus berjalan. Dari sekitar 311 hektare lahan sawah yang terdampak bencana, sebagian besar telah selesai ditangani dan sisanya masih dalam tahap pekerjaan.
“Kami berharap seluruh proses pemulihan ini dapat segera selesai sehingga aktivitas masyarakat kembali normal, baik pada sektor transportasi, pertanian, maupun perekonomian. Semua ini merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, TNI, Polri, serta seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.-
Penulis : Tori
Editor : Harmen




