Heri Prasetyo Pimpin Dinas Pertanian Agam, Benni Warlis Titip Misi Besar Untuk Petani

  • Bagikan

Lubuk Basung, AMC – Harapan besar untuk memperkuat sektor pertanian Kabupaten Agam kini berada di pundak Heri Prasetyo Wibowo.

Pejabat yang berasal dari Kabupaten Pasaman ini, dilantik sebagai Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam oleh Bupati Agam, Benni Warlis, di Masjid Agung Nurul Falah Lubuk Basung, Selasa (2/6).

Benni Warlis menegaskan, sektor pertanian merupakan sektor strategis yang tidak hanya menjadi penopang ekonomi masyarakat, tetapi juga berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Agam telah menetapkan sejumlah program prioritas pembangunan pertanian periode 2025-2029, salah satunya Sawah Pokok Murah (SPM) yang menjadi program unggulan daerah.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas pertanian, menjaga keterjangkauan biaya produksi petani, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

“Program ini bukan sekadar program pertanian semata, tetapi bagian dari strategi pembangunan daerah untuk mewujudkan ekonomi yang tangguh, berkeadilan dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kepada Heri Prasetyo Wibowo, Bupati Agam menaruh harapan besar agar mampu menjadi motor penggerak utama dalam mempercepat pelaksanaan program- program prioritas tersebut.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi sektor pertanian saat ini tidak ringan. Selain keterbatasan anggaran, sarana dan prasarana, sektor pertanian juga dihadapkan pada keterbatasan sumber daya manusia serta dampak perubahan iklim yang semakin kompleks.

“Keterbatasan itu tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berinovasi. Sebab kita butuhkan adalah kepemimpinan yang mampu membangun kolaborasi, menyusun prioritas yang tepat, dan menghadirkan solusi kreatif serta terukur,” tegasnya.

Untuk mendukung percepatan pembangunan pertanian, Bupati Agam memberikan lima arahan utama kepada Heri Prasetyo. Pertama, memperkuat pendataan dan perencanaan pembangunan pertanian yang berbasis kebutuhan riil petani dan potensi wilayah. 

Kedua, membangun sinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, lembaga penelitian, perguruan tinggi, dunia usaha serta berbagai pemangku kepentingan.

Ketiga, meningkatkan produktivitas pertanian melalui pemanfaatan teknologi, inovasi budidaya, penguatan penyuluhan dan peningkatan kapasitas petani. Keempat, menjaga keberlanjutan lahan pertanian pangan serta memperkuat kelembagaan petani. 

Kelima, memastikan setiap program dan kegiatan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi, pendapatan petani, dan kesejahteraan masyarakat.

Selain lima fokus tersebut, dalam enam bulan ke depan Pemerintah Kabupaten Agam menargetkan percepatan pelaksanaan program SPM, pengembangan tiga titik Sub Terminal Agribisnis (STA) di Padang Luar, pemusatan konstruksi pascabencana, serta sosialisasi penyesuaian komoditas pertanian kepada petani sesuai kebutuhan dan kondisi wilayah.

Dia berharap pengalaman, wawasan dan berbagai praktik baik yang dimiliki Heri Prasetyo Wibowo selama bertugas di daerah asalnya, dapat menjadi modal berharga untuk memperkuat pembangunan pertanian di Kabupaten Agam.

Benni Warlis kembali menegaskan, jabatan Kepala Dinas Pertanian bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah besar untuk memimpin perubahan di sektor yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Agam.

“Jadilah pemimpin yang tidak hanya hadir di balik meja kerja, tetapi juga di tengah sawah, di tengah petani, mendengar keluhan mereka, memahami kebutuhan mereka dan memperjuangkan kepentingan mereka,” pesannya.

Pada kesempatan itu, Benni Warlis juga menyampaikan apresiasi kepada pejabat sebelumnya yang telah mengabdikan diri hingga memasuki masa purna tugas. Berbagai capaian yang telah dirintis, menjadi fondasi penting yang harus terus dijaga dan ditingkatkan oleh kepemimpinan yang baru.
Penulis: Andri
Editor : Reska/Harmen

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *