Tanjung Raya, AMC – Keseriusan Pemerintah Kabupaten Agam dalam menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait bencana banjir dan longsor kembali dibuktikan.
Setelah menyampaikan langsung kondisi yang dihadapi masyarakat kepada pemerintah pusat, Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, MM, Dt. Tan Batuah, berhasil membawa Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Ir. Dody Hanggodo, M.P.E., meninjau langsung lokasi terdampak bencana di Kecamatan Tanjung Raya, Jumat (31/7).
Kunjungan kerja tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara Pemerintah Kabupaten Agam dan Pemerintah Pusat dalam mempercepat pemulihan infrastruktur serta mengurangi risiko bencana yang selama ini menjadi persoalan masyarakat.
Lokasi pertama yang dikunjungi rombongan adalah Jembatan Tumayo di Nagari Sungai Batang. Selanjutnya Menteri PU bersama Bupati Agam meninjau kawasan longsor di Jorong Labuah, Nagari Sungai Batang, yang menjadi salah satu titik rawan dan kerap memicu banjir ketika curah hujan tinggi.
Di hadapan masyarakat, Menteri PU Dody Hanggodo mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat, pemerintah nagari, camat, dan Bupati Agam, kawasan tersebut merupakan daerah yang telah lama menjadi langganan banjir.
“Tadi disampaikan oleh masyarakat setempat, Pak Camat, dan Pak Bupati, kawasan ini memang sudah lama menjadi langganan banjir. Ternyata di bagian atas terdapat bukaan yang cukup lebar. Karena itu saya sudah meminta Balai Teknik Sabo di Yogyakarta segera datang ke sini untuk melakukan pengujian geoteknik dan menyiapkan desain. Kita akan membangun Sabo Dam di bagian hulu,” ujar Menteri PU.
Selain pembangunan Sabo Dam sebagai pengendali material longsor dan banjir, Kementerian PU juga akan melakukan penanganan darurat dengan memperlancar aliran sungai hingga ke muara serta meningkatkan kapasitas tanggul.
“Sementara waktu aliran sungai akan kita perlancar sampai ke muara laut sebagai penanganan dini. Selain itu tanggul akan kita tinggikan sekitar lima hingga enam meter dan diperkuat agar saat hujan air tidak lagi melimpas ke kawasan permukiman,” jelasnya.
Menurut Menteri, penyelesaian sumber persoalan banjir menjadi prioritas utama sebelum pemerintah membangun kembali fasilitas umum yang rusak akibat bencana.

“Masalah utama ini harus kita selesaikan terlebih dahulu supaya pembangunan infrastruktur lainnya tidak menjadi sia-sia. Setelah itu baru kita selesaikan pembangunan masjid, musala, pondok pesantren, sekolah, dan fasilitas lainnya yang terdampak,” tegasnya.
Menteri PU juga memastikan proses penanganan akan dilakukan secepat mungkin. Bahkan, ia telah menginstruksikan jajarannya untuk segera melakukan koordinasi dan survei teknis di lapangan.
“Kalau bisa secepatnya kita kerjakan. Namun sebelumnya harus dilakukan pengujian geoteknik untuk mengetahui kondisi struktur tanah sehingga penanganannya benar -benar tepat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Dody Hanggodo menegaskan kehadirannya di Kabupaten Agam merupakan arahan langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang memberikan perhatian khusus terhadap kondisi masyarakat terdampak bencana.
“Saya hadir ke sini atas arahan langsung Bapak Presiden Prabowo Subianto. Beliau mendengar langsung jeritan hati masyarakat Agam yang sering mengalami banjir, sehingga memerintahkan saya datang untuk menyelesaikan persoalan ini,” ungkapnya.
Ia menambahkan, komitmen pemerintah pusat adalah memastikan masyarakat terdampak dapat segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas secara normal.
“Sesuai arahan Bapak Presiden, jangan sampai masyarakat yang terdampak bencana tidak bisa tersenyum lagi. Mereka harus secepat-cepatnya bisa kembali tersenyum,” ujarnya.
Terkait pembiayaan, Menteri PU memastikan anggaran penanganan akan disiapkan oleh pemerintah pusat.
“Anggarannya insyaallah ada. Saat ini masih dihitung oleh satuan kerja dan Balai, tetapi komitmen pemerintah pusat dan Bapak Presiden jelas, berapa pun yang dibutuhkan untuk kepentingan masyarakat akan kita siapkan,” tegasnya.
Selain penanganan banjir, Menteri PU juga merespons aspirasi masyarakat terkait rencana pembangunan jalan alternatif menuju kawasan Bukit Landia. Ia menginstruksikan jajaran teknis Kementerian PU untuk melakukan kajian dan survei guna melihat kemungkinan pembangunan jalur yang lebih aman.
“Kalau memang ada jalur alternatif atau shortcut yang lebih baik dan lebih menjamin keselamatan masyarakat, tentu akan kita kaji melalui survei dan review teknis terlebih dahulu,” katanya.
Sementara itu, Bupati Agam Ir. H. Benni Warlis menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat yang bergerak cepat menindaklanjuti kondisi di Kabupaten Agam.
Menurutnya, kehadiran Menteri PU secara langsung di lokasi menjadi langkah penting untuk memastikan penanganan dilakukan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
Ia berharap seluruh rencana penanganan yang telah disampaikan dapat segera direalisasikan sehingga masyarakat yang selama ini hidup dalam ancaman banjir dan longsor memperoleh rasa aman, serta proses pemulihan infrastruktur dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.-
Penulis : Tori
Editor : Harmen




