Bupati Agam Sampaikan LKPJ 2023

  • Bagikan

Lubuk Basung, AMC – Bupati Agam Dr. H. Andri Warman, MM menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun anggaran 2023 pada rapat paripurna DPRD Agam, Senin, (28/3).

LKPJ ini disampaikan Sekretaris Daerah Agam, Drs H Edi Busti, MSi pada rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Agam Marga Indra Putra setelah mendapatkan surat kuasa dari bupati. 

Disampaikan, LKPJ 2023 menggambarkan capaian indikator kinerja utama pada tahun ketiga RPJMD 2021-2026 melalui program-program yang dibiayai sesuai dengan APBD.

Tahun 2023 yang dilalui lanjutnya, merupakan tahun yang penuh tantangan bagi pemerintah daerah maupun masyarakat Kabupaten Agam. Program yang dilaksanakan masih terfokus pada beberapa mandatori yang harus dipenuhi daerah.

“Kita menyadari, bahwa semua kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah adalah untuk kepentingan semua, termasuk masyarakat kita di Kabupaten Agam,” ujarnya.

Pada LKPJ 2023 setidaknya lima poin besar yang disampaikan bupati. Pertama, pendapatan dana transfer dari pemerintah pusat. Kedua, perkembangan realisasi pendapatan. Ketiga, pendapatan asli daerah. Keempat, pendapatan transfer dan kelima, pendapatan daerah lain-lain yang sah.

Pada paripurna itu juga disampaikan bahwa APBD Agam masih didominasi oleh pendapatan transfer yang diterima dari pemerintah pusat. Selama kurun 5 tahun terakhir, pendapatan transfer berkontribusi sekitar 85,61 persen sampai 89,20 persen terhadap pendapatan daerah Agam.

Pemerintah daerah ke depan lanjutnya, akan terus berupaya meningkatkan sumber pembiayaan pembangunan dari sektor swasta, perantau dan pemangku kepentingan lainnya untuk mencapai kesejahteraan masyarakat Agam.

Dalam LKPJ 2023 itu juga disampaikan laju pertumbuhan ekonomi Agam yang meningkat dari 4,21 persen jadi 4,52 persen. Demikian juga dengan indeks pembangunan manusia yang meningkat dari 73,29 jadi 73,98.

Pada 2023, ketimpangan pendapatan masyarakat turun dibandingkan kondisi tahun sebelumnya. Angka rasio 2023 yakni 0,255 yang menunjukan ketimpangan pendapatan masyarakat berada pada tingkat ketimpangan rendah.

Sementara pada 2023, tingkat pengangguran di Agam mengalami kenaikan sebesar 0,3 persen. Di Sumatera Barat, tingkat pengangguran di Agam berada pada posisi kedelapan.

Angka kemiskinan Agam pada 2023 naik sebesar 0,38 persen. Salah satu faktornya adalah peningkatan garis kemiskinan yang juga naik dari pengeluaran perkapita per bulan sebesar Rp530.290.

“Terakhir, pertumbuhan PDRB perkapita meningkat seiring pertumbuhan ekonomi. Laju PDRB perkapita mencapai 3,12 persen dengan nilai mencapai 29,49 juta,” ujarnya.-
Penulis : Depit
Editor : Rezka/Harmen

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *