Padang, AMC – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat gelar High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Infalsi Daerah (TPID) di Aula Anggun Nan Tongga Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Padang, Selasa (5/3).
Rapat yang dipimpin Gubenur Sumbar H Mahyeldi Ansharullah, SP Dt Marajo diikuti seluruh Pemimpin Daerah se-Sumatera Barat termasuk. Dalam rapat itu, Bupati Agam diwakili Sekda Edi Busti.
Mahyeldi menyebutkan, rapat ini dalam rangka membahas upaya dan strategi pengendalian inflasi menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1445 Hijriah.
“Menjelang Ramadan sampai Idul Fitri nantinya kita harus terus memantau dan menekan perkembangan harga sejumlah komoditas yang berkemungkinan menyebabkan peningkatan inflasi,” ujarnya.
Disebutkan, terdapat beberapa komoditas yang menjadi penyumbang inflasi pada Februari 2024 yakni, cabai merah 0,69 persen, cabai rawit 0,09 persen, beras 0,09 persen, minyak goreng 0,06 persen dan tarif air minum PAM 0,05 persen.

“Sedangkan komoditas yang mengalami deflasi yaitu, bawang merah -0,11 persen, ikan cakalang -0,02 persen, tomat -0,02 persen dan angkutan udara -0,01 persen,” ujarnya.
Untuk itu tambahnya, ada beberapa strategi yang dapat dilakukan seperti, penyelenggaraan operasi pasar murah secara lebih intensif dan massif, terutama di kota penghitung Indeks Harga Konsumen (IHK).
“Penguatan fungsi pengawas dan pelaksanaan sidak pasar secara berkala, penguatan dan perluasan kerjasama antar daerah dengan provinsi, memastikan kelancaran distribusi bahan pangan di wilayah Sumatera Barat, khususnya kelancaran transportasi darat (antar kota) serta kestabilan harga tiket pesawat menjelang hari lebaran,” katanya.
Selanjutnya, penguatan koordinasi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, terutama dalam hal ketersediaan data luasan lahan pertanian terdampak bencana serta kecukupan pangan serta penguatan komunikasi efektif untuk menjaga ekspektasi inflasi oleh masyarakat.
“Mari kita bersatu menjadi satu kesatuan serangkai untuk menjaga kondisi pangan agar selalu dalam keadaan surplus sampai Idul Fitri nantinya,” ungkap Mahyeldi.
Penulis: Tori
Editor : Rezka/Harmen




