Tanjung Raya, AMC – Pemerintah Kabupaten Agam bersama Pemrov Sumbar dan PT PLN (Persero) terus berkomitmen dalam mendorong perekonomian UMKM, sekaligus pemberdayaan masyarakat.
Salah satu bentuk komitmen tersebut, PT PLN memberikan pelatihan pengembangan Eceng Gondok bagi 21 kelompok masyarakat yang ada di nagari Salingka Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Selasa (6/9), di Posko Tim Penyelamatan Salingka Danau Maninjau.
Kegiatan itu dibuka Gubernur Sumbar diwakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumbar, Siti Aisyah. Turut dihadiri juga Sekretaris Daerah Edi Busti dan General Manager PT PLN (Persero) Sumbagsel, Joko Mulyono.
Joko Mulyono mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian PT PLN (Persero) sesuai dengan Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), yang nantinya dapat meningkatkan ekonomi masyarakat serta mendorong pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.

“Ini wujud kepedulian PLN bersama pemerintah provinsi dan kabupaten yang memfasilitasi kegiatan ini. Sehingga out putnya nanti dapat mendorong pengembangan dan pemberdayaan sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Menanggapi bantuan itu, Sekda Agam Edi Busti mengucapkan terimakasih atas bantuan PLN dalam peningkatan ekonomi UMKM melalui pemanfaatan eceng gondok yang ada di Danau Maninjau.
“Kita bersyukur adanya pelatihan ini. Karena penting sekali membangun kesadaran masyarakat secara bersama bahwa eceng gondok merupakan item yang membuat danau tercemar bisa bernilai ekonomis. Terimakasih PLN dan pemprov, semoga kedepannya kerjasama ini makin baik,” harap sekda.
Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumbar, Siti Aisyah. Ia mengucapkan apresiasi dan terimakasih atas kepedulian PT PLN dalam menyelamatkan Danau Maninjau.
Pada kesempatan itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat setempat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan danau. Karena, kondisi danau saat ini semakin mengkhawatirkan sehingga Danau Maninjau merupakan salah satu dari 15 danau skala prioritas di Indonesia.
“Artinya danau ini sudah tercemar. Salah satu dampak pencemaran yang diberikan, yaitu tumbuhnya eceng gondok yang bisa memperlambat kebersihan ekosistem air,” ujarnya. (Finand)





Respon (1)