Menu

Fenomena Hari Tanpa Bayangan Besok Dirasakan di Lubuk Basung

  Dibaca : 104 kali
Fenomena Hari Tanpa Bayangan Besok Dirasakan di Lubuk Basung

Lubuk Basung, AMC – Kepala Stasiun Global Atmosopheric Watch (GAW) Bukit Kototabang, Wandayantolis, mengatakan titik kulminasi matahari atau perkiraan Hari Tanpa Bayangan akan terjadi di sejumlah wilayah di Sumatera Barat, mulai Rabu 18 Maret sampai 20 Maret 2020.

Demikian disampaikan Wandayantolis, kepada AMC saat dikonfirmasi via ponsel, Rabu (18/3). Ia mengatakan, saat hari tanpa bayangan, bayangan benda-benda yang berdiri tegak tidak terlihat.

“Fenomena itu terjadi pada tengah hari. Saat itu matahari tepat berada 90 derajat di atas benda atau badan kita. Dengan sendirinya, bayangan tersebut akan jatuh tepat di dasar benda atau di bawah kaki seseorang. Sehingga terlihat seolah-olah bayangan tersebut tidak ada,” terangnya.

Lebih lanjut, tambahnya, sejumlah wilayah di Sumbar yang mengalami kulminasi matahari pada 18 Maret 2020 terdiri atas Padang, Sungai Dareh, Pariaman, Parit Malintang, Arosuka, Sawahlunto dan Muaro Sijunjung.

Kemudian pada 19 Maret 2020 di Payakumbuh, Batusangkar, Solok, Padang Panjang, Bukittinggi, dan Lubuk Basung.

“Pada 20 Maret 2020 di Sarilamak, Lubuk Sikaping, Simpang Ampek, tepatnya pada 12.28 WIB,” jelasnya.

Terkait hal itu, secara umum bahwa wilayah Indonesia berada di antara titik balik utara dan titik balik selatan. Maka akan mengalami dua kali hari tanpa bayangan atau kulminasi matahari.

“Semua bermula dari gerak semu matahari terhadap bumi. Gerak semu matahari ini menyebabkan terjadinya banyak hal seperti perbedaan panjang siang dan malam, terjadinya perbedaan musim pada daerah lintang menengah hingga perbedaan durasi puasa Ramadan dan jadwal waktu salat,” katanya meambahkan.

Pada 20 Maret 2020 matahari tepat berada di ekuator. Maka pada saat itu kota-kota yang berada di sekitar ekuator akan mengalami hari tanpa bayangan.

Di Sumbar sendiri juga dilalui garis ekuator untuk titik kulminasi sendiri terjadi pada 18 sampai 20 Maret 2020 di daerah bagian Pasaman dan sekitarnya, kemudian wilayah di daerah Pesisir Selatan akan terjadi sebelum 20 Maret.

Titik kulminasi matahari di Sumbar terjadi pada Maret dan September. Biasanya pada Maret matahari melalui garis ekuator dari Selatan ke Utara dan September dari Utara ke Selatan. Untuk menentukan hari tanpa bayangan itu di lokasi setempat dapat dilihat melalui aplikasi google maps.

“Untuk mengetahui hari tanpa bayangan di posisi lintang tempat kita. Paling mudah kita gunakan google maps, kemudian klik kota kita, maka akan muncul koordinat lokasi tersebut,” kata Wandayantolis. (Finand)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Post Kategori

Arsip

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional