Menu

Agam Jadi Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional

  Dibaca : 85 kali
Agam Jadi Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional

Lubuk Basung, AMC – Kabupaten Agam menjadi salah satu Kawasan Perdesaan Prioritas Nasional (KPPN) di Indonesia. Hal ini tidak terlepas dari potensi unggulan yang dimiliki daerah itu.

Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menggelar rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Agam tentang pembangunan KPPN tersebut.

Kegiatan ini dibuka Bupati Agam, Dr. H. Indra Catri, di Hotel Sakura Syariah Lubuk Basung, Kamis (12/3). Turut dihadiri Asisten Deputi Pemberdayaan Kawasan Perdesaan Kemenko PMK, Awal Subadar, Rirektur Perencanaan Pembangunan Kawasan Perdesaan Kemendes PDTT, Syahrul Mado dan jajaran kementerian lainnya.

Indra Catri menyebutkan, wilayah Agam yang ditetapkan pemerintah pusat menjadi KPPN yaitu Kecamatan IV Koto, Matur dan Palembayan. Menurutnya, tiga kecamatan ini memiliki potensi luar biasa yang dapat dikembangkan menjadi kawasan perdesaan agribisnis sebagai sentra komoditi kopi dan tebu.

“Begitu juga potensi pariwisatanya yang menjanjikan untuk dikembangkan, menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Untuk itu, Indra Catri merasa bersyukur Agam terpilih menjadi KPPN. Ia menyadari bahwa pembangunan kawasan perdesaan diperlukan kerjasama dengan lintas sektoral baik horizontal maupun vertikal.

Indra Catri mengharapkan peserta dan partisipan rakor ini ikut ambil bagian dan mempersiapkan energi untuk bersama-sama sampai selesai. Sehingga nanti tidak ada kehilangan informasi dan link dalam merumuskan pembangunan KPPN ini.

Asisten Deputi Pemberdayaan Kawasan Perdesaan Kemenko PMK, Awal Subadar menyebutkan, dari ratusan kabupaten yang ada di Indonesia tidak banyak masuk KPPN, tetapi yang melamar banyak.

“Untuk periode RPJM sekarang ada 60 kabupaten yang masuk, salah satunya Kabupaten Agam,” ujarnya.

Menurut Awal Subadar, terpilihnya Kabupaten Agam sebagai lokasi KPPN, karena daerah ini memiliki keunggulan yang dapat menjadi pusat pertumbuhan perdesaan.

Disebutkan, KPPN ini pada intinya desa harus bekerjasama dengan lintas sektoral untuk meningkatkan pertumbuhan. Sekarang ada dana desa lebih kurang Rp1 miliar untuk setiap desa, kalau desa bekerjasama membentuk kawasan perdesaan, maka dana dapat dimanfaatkan lebih maksimal. (t_m)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Post Kategori

Arsip

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional