Menu

Antisipasi Rabies, Distan Agam Sasar Anak SD

  Dibaca : 120 kali
Antisipasi Rabies, Distan Agam Sasar Anak SD

AMCNews.co. id — Mengantisipasi bahaya penyakit rabies Dinas Pertanian Agam gelar program sosialisasi khusus untuk murid sekolah dasar(SD) di kabupaten Agam.

Program sosialisasi bahaya penyakit rabies untuk murid SD itu agar lebih efektif dan efisien.

Hal itu dijelaskan plh. Kadistan.Agam Ir. Arief Restu, Msi di ruang kerjanya Rabu, (25/7).

Dijelaskan, sosialisasi yang digelar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyakit rabies, khususnya pada anak-anak usia sekolah sebagai penerus bangsa.

“Kita targetkan sosialisasi bahaya penyakit rabies terhadap 52 SD yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Agam”, jelasnya.

Ditambahkan, keterlibatan anak-anak dalam sosialisasi edukasi zoonosis, khususnya bahaya penyakit rabies, diharapkan bisa memperluas informasi bahaya rabies serta cara penanggulangannya.

Alasannya, selain anak-anak mudah berkomunikasi dan menyampaikannya pada rekannya, resiko serangan gigitan Hewan Pembawa Rabies (HPR) banyak menyasar pada anak-anak, “anak-anak ini paling beresiko terkena gigitan HPR seperti anjing,” jelas Arief lagi.

Kadistan Agam itu. Menambahkan, rabies merupakan penyakit menular hewan yang dapat ditularkan kepada manusia dengan dampak yang sangat serius, bahkan bisa berujung kepada kematian bila tak ditangani dengan benar.

Pemkab Agam, ulas Arief Restu, berupaya menekan kasus rabies dengan mengoptimalkan vaksinasi pada hewan peliharaan seperti anjing, kucing, kera dan lainnya, dengan menurunkan petugas ke lapangan.

“Masyarakat hanya diminta membawa hewan peliharaannya untuk berkumpul disuatu titik untuk dilakukan vaksinasi oleh petugas”, tambah Arief Restu.

Dijelaskan, data, sepanjang tahun 2017 di kabupaten Agam terjadi 143 kasus gigitan dari hewan pembawa rabies (HPR) dan positif rabies sebanyak 6 kasus.

Sementara itu, sampai Juni 2018, telah terjadi serangan HPR sebanyak 94 kasus gigitan HPR.

Arief Restu berharap, melalui sosialisasi yang digelar, anak-anak dapat lebih aktif memberikan informasi rabies serta penanganan luka akibat gigitan hewan penular rabies (HPR) dengan dibantu orang terdekat seperti orang tua, guru, dan petugas.

(AMC04/Arif Sartana)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Post Kategori

Arsip

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional