Pemkab Agam Dorong Pengembangan Potensi Kelapa

  • Bagikan

AMCNews.co.id — Pemerintah Kabupaten Agam, pada tahun 2018 terus mengembangkan tanaman kelapa lokal sebagai upaya dalam melestarikan komoditas khas daerah tersebut.

Bupati Agam Indra Catri, saat meninjau kebun bibit kelapa di Nagari Manggopoh, Kamis (19/7) menyebutkan pengembangan dilakukan guna mengatasi ancaman kepunahan komoditas tersebut akibat sebagian pohon kelapa sudah tua.

Sesuai rencana pengembangan kebun kelapa lokal tahun ini, akan difokuskan di empat kecamatan yakni kecamatan Lubuk Basung, Tanjung Mutiara, Ampek Nagari dan Palembayan.

Ke-empat kecamatan itu, dinilai bupati memiliki potensi besar sebagai penghasil komoditas kelapa lokal.

Dari potensi yang dimiliki kecamatan itu, hingga kini Kabupaten Agam masih menjadi salah satu daerah penghasil kelapa terbesar di Sumbar.

“Empat kecamatan ini dikenal dengan penghasil kelapa lokal atau pesisir terbanyak di Agam. Ini sesuai dengan potensi dan luasnya areal yang dimiliki,” jelas bupati.

Bupati mengapresiasi langkah Nagari Manggopoh dan Lubuk Basung di Kecamatan Lubuk Basung yang telah berkomitmen melalui pemanfaatan dana desa untuk membuat kebun bibit kelapa di nagarinya.

Seperti di Nagari Manggopoh, areal seluas setengah hektar itu menjadi sentral perkebunan kelapa bagi masyarakat untuk menanam kelapa.

“Sebagai percontohan saya targetkan lima nagari di Lubuk Basung bisa menyiapkan sebanyak 25 ribu bibit kelapa per nagari tahun ini,” tegas bupati.

Setelah ini, ulas Indracatri, pihaknya juga akan melakukan replenting, masing-masing rumah 4 batang.

” Saya harapkan masyarakat memanfaatkan lahan marginal, seperti kebun sawit yang tidak produktif lagi untuk diganti berkebun kelapa, “harapnya.

Ditambahkan bupati, kalau usia kelapa sudah mencapai puluhan tahun, tebang saja, karena disamping tidak bisa menghasilkan buah yang banyak juga bisa menganggu keamanan lingkungan tempat tinggal apabila tumbang. “Idealnya dalam satu batang kelapa buahnya sekitar 16 sampai 19 buah, tapi kalau sudah kurang dari jumlah itu,tebang saja, ” sebut Indracatri lagi.

Sementara itu, Walinagari Manggopoh Ridwan, menyatakan bahwa pihaknya targetkan 100 ribu batang pohon kelapa lokal untuk dibagikan kepada 20 ribu rumah tangga. “Saat ini kegiatan tersebut sedang berjalan, kita menganjurkan kepada jorong untuk mendata masyarakat yang membutuhkan bibit kelapa untuk dibagikan,” jelas walinagari Manggopoh itu.

Saat ini, luas kebun bibit kelapa yang sudah digarap seluas setengah hektar, dengan tenaga pekerjanya diambil dari masyarakat sekitar kebun.

Selain pohon kelapa lokal, Ridwan juga sedang menggarap bibit kelapa hijau untuk pemenuhan pembuatan VCO yang dewasa ini permintaan pasar sangat tinggi. “Kita baru memproduksi 1 ton perbulan, sementara kebutuhan pasar mencapai 20 ton per bulan. Hal inilah yang kita coba garap bersama masyarakat untuk mencukupi kebutuhan pasar, karena hal ini berdampak terhadap kenaikan pendapatan ekonomi masyarakat,” jelas Ridwan.

(AMC06)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *