Olahraga Buru Babi Sebuah Hobi

  • Bagikan

AMCnews.co.id — Masyarakat Nagari Koto Gadang, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Nursal menilai olahraga buru babi saat ini hanya jadi sebuah hobi bagi para pecandunya.

“Hal itu dibuktikan para pecandu buru babi memilih memakai anjing peliharaan yang sudah terlatih dan lihai dalam berburu, sehingga arti sebuah olahraga dalam buru babi sudah mulai hilang,” ujarnya saat menyaksikan acara buru babi nusantara alek gadang anak Nagari Agam – Bukittinggi, di Nagari Koto Gadang, Kecamatan IV Koto, Minggu (8/7).

Disebutkan, dulu tradisi berburu ini orang yang membawa anjing ikut berkejar dalam hutan. “Memang jika dilihat kelihatan bodoh ikut berlari sama anjing, tetapi itu lah arti dari sebuah olahraga buru babi,” jelas Nursal yang akrab dipanggil Kadu itu.

Namun, saat ini para pecandu cukup melepaskan anjing dari jarak jauh dan kembali duduk sambil menunggu anjing berbalik.

“Saya juga hobi buru babi, tetapi sudah berhenti sejak delapan tahun lalu. Kegiatan itu sudah dilakukan sejak umur 10 tahun sampai 62 tahun,” katanya.

“Buru babi ini minat khusus yang tidak semua orang menyukainya, tetapi jika dikaji pada manfaatnya sangat besar dalam hal pembasmian hama babi,” ulas Sati mantan peburu yang duduk samping Kadu.

Seperti acara buru babi nusantara alek gadang anak nagari Agam – Bukittinggi, di Nagari Koto Gadang, Kecamatan IV Koto, ribuan pecandu bermunculan dari berbagai daerah dan provinsi untuk mengikutinya.

“Berbagai jenis anjing dilepas di arena perburuan, sehingga yang terdengar saat itu hanya suara gonggongan anjing yang seakan-akan menerkam habis mangsanya,” ujarnya sambil menikmati secangkir kopi.

Disebutkan, yang menjadi kepuasan bagi para pecandu buru babi ini adalah, saat anjing dilepas langsung lari mendua mengejar mangsa dan menerkam, baliknya sudah berdarah-darah.

(AMC05)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.