Buka Semiloka di Istana Bung Hatta, Bupati Agam Yakinkan Pembangunan Ekonomi Berbasis Nagari Percepat Pengentasan Kemiskinan

  • Bagikan

Bukittinggi, AMC – Bupati Agam diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Agam Lutfi membuka secara resmi Seminar dan Lokakarya (Semiloka) bertajuk Pengentasan Kemiskinan Berbasis Nagari di Istana Bung Hatta Bukittinggi, Jumat (06/11).

Peserta dihadiri seluruh camat dan wali nagari se Kabupaten Agam itu, menghadirkan Anggota DPD RI asal Sumatera Barat H. Irman Gusman,SE.MBA sebagai keynote speaker.

Sedangkan narsumber dari akademisi dan Pemkab Agam yakni, Kepala Bapperida Agam, Rio Eka Putra, Ketua BAZNAS Agam Isman Imran, Kepala Dinas Sosial Agam Vila Erdi, Ketua Program Studi Magister Ekonomi Universitas Andalas, Dr. Zulkifli dan Perwakilan Diaspora Prof. Dr. Ir. Mulya Gusman, ST.MT sekaligus Dosen UNP.

Disebutkan Sekda Agam, persoalan kemiskinan membutuhkan kebijakan dan penanganan yang tepat melalui pendekatan terukur, terarah, serta berkelanjutan. 

“Ini menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk terus menekan angka kemiskinan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari penurunan persentase kemiskinan dalam statistik. Keberhasilan harus terlihat dari meningkatnya kemandirian ekonomi masyarakat, terbukanya kesempatan kerja, bertambahnya pendapatan keluarga, serta kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan hidup secara layak.

“Kemiskinan bukan sekadar angka persentase. Dibalik angka tersebut terdapat kehidupan masyarakat yang harus kita perbaiki. Karena itu, penanganannya membutuhkan kebijakan yang tepat dan langkah nyata agar masyarakat semakin mandiri secara ekonomi,” ujar Sekda Agam.

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Agam telah melakukan berbagai upaya melalui program R3B sebagai bagian dari langkah memperbaiki kondisi sosial ekonomi masyarakat dan mendorong percepatan penanganan kemiskinan.

“Program tersebut perlu terus diperkuat melalui koordinasi lintas perangkat daerah, sinkronisasi data, serta keterlibatan pemerintah nagari agar pelaksanaannya benar- benar menjangkau keluarga yang membutuhkan,” ujarnya

M. Luthfi juga menegaskan bahwa pembangunan ekonomi berbasis nagari merupakan pendekatan strategis dalam mempercepat pengentasan kemiskinan di Kabupaten Agam.

Sementara itu, Anggota DPD RI H. Irman Gusman menyampaikan, pengentasan kemiskinan tidak cukup hanya mengandalkan bantuan sosial maupun program pemerintah yang bersifat sementara. 

“Kita membutuhkan langkah nyata melalui pemetaan data yang akurat, penguatan ekonomi keluarga, optimalisasi potensi nagari, serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar masyarakat miskin mampu bangkit dan mandiri secara ekonomi,” harapnya

Irman Gusman menekankan persoalan kemiskinan harus menjadi perhatian bersama karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan, martabat, dan masa depan masyarakat.

“Pada intinya, bagaimana kita ingin mencapai kondisi yang lebih baik hari ini berbasis kesejahteraan dengan melihat situasi yang ada. Kita harus melihat angka kemiskinan di Kabupaten Agam dan memahami persoalan yang sebenarnya terjadi,” ujar Irman.

Ditambahkan, keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan seluruh unsur, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, nagari, dunia usaha, lembaga sosial, akademisi maupun masyarakat.

“Ini menjadi tanggung jawab kita bersama untuk mengentaskan kemiskinan, apalagi kondisi saat ini serba terbatas. Karena itu, diperlukan kerja bersama, data yang tepat, serta program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Usai penyampaian materi, dilakukan tanyajawab dengan peserta dan penyerahan penghargaan kepada nara sumber dan pemerintah kabupaten Agam
Penulis : Jonata
Editor : Reska/Harmen

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *