Percepat Pemulihan Pascabencana, Tim Satgas Nasional Turun Ke Agam

  • Bagikan

Lubuk Basung, AMC – Tim Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap proses percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kabupaten Agam.

Tim yang dipimpin langsung Wakil Kepala Posko Nasional, Marsma TNI Ridha Hermawan SH MHan, disambut Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal SE MCom, didampingi sejumlah kepala OPD terkait di Rumah Dinas Wakil Bupati Agam, Selasa (15/9).

Kehadiran tim Satgas tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kabupaten Agam berjalan sesuai dengan target, sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang masih dihadapi di lapangan.

Wakil Kepala Posko Nasional, Marsma TNI Ridha Hermawan, mengatakan monitoring dan evaluasi dilakukan untuk melihat secara langsung sejauh mana percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana alam telah dilaksanakan di Kabupaten Agam.

“Monitoring dan evaluasi ini bertujuan untuk melihat progres pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, sekaligus memastikan berbagai indikator yang telah ditetapkan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Menurutnya, terdapat 13 indikator yang menjadi patokan dalam pelaksanaan monev. Indikator tersebut meliputi pemerintahan, kesehatan, kegiatan pembelajaran, akses darat atau jalan fungsional, pemulihan ekonomi, rumah ibadah dan sosial, kebutuhan dasar, normalisasi sungai, persawahan, perikanan, penanganan korban dan pengungsi, dukungan terhadap korban, serta pembersihan lumpur.

“Dari indikator tersebut akan dilihat apakah sudah berjalan, sejauh mana progresnya, dan apa saja kendala yang masih ditemukan di lapangan,” jelasnya.

Ia menambahkan, hasil monitoring dan evaluasi selanjutnya akan dihimpun menjadi bahan laporan kepada Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Alam. Laporan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah-langkah percepatan penanganan pascabencana berikutnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada Tim Satgas yang secara langsung turun ke Kabupaten Agam untuk melihat kondisi serta perkembangan penanganan pascabencana.

“Kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas perhatian serta kepedulian Tim Satgas yang datang langsung ke Kabupaten Agam untuk melakukan monitoring dan evaluasi,” ungkapnya.

Menurutnya, kehadiran tim di lapangan diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi pemerintah daerah, sekaligus menjadi sumber masukan dan arahan dalam mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

“Kami berharap hasil monitoring ini dapat memberikan masukan dan arahan bagi kami, sehingga langkah-langkah percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi yang dilakukan pemerintah daerah dapat semakin optimal,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Wabup Muhammad Iqbal didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Agam, Rahmad Laksmono, juga memaparkan kondisi terkini Kabupaten Agam setelah dilanda bencana alam.

Disampaikannya, Kabupaten Agam menjadi salah satu daerah yang terdampak cukup parah akibat bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat. Bahkan, Agam tercatat sebagai daerah dengan jumlah korban jiwa terbanyak dibandingkan daerah lainnya di Sumatera Barat.

Berbagai sektor mengalami dampak bencana, mulai dari permukiman masyarakat, infrastruktur jalan dan jembatan, pertanian, perikanan, fasilitas sosial, hingga aktivitas masyarakat yang sempat terganggu.

“Penanganan pascabencana membutuhkan kerja bersama dan dukungan dari berbagai pihak. Karena itu, kami sangat berharap sinergi antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat dan seluruh pihak terkait dapat terus diperkuat,” ujarnya.

Pertemuan tersebut kemudian dilanjutkan dengan diskusi antara Pemerintah Kabupaten Agam bersama Tim Satgas terkait pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Pembahasan difokuskan pada teknis penanganan di masing-masing sektor, antara lain bidang pertanian, infrastruktur, sosial, pemulihan ekonomi, serta berbagai sektor lainnya yang terdampak bencana.

Melalui monitoring dan evaluasi tersebut, diharapkan berbagai kebutuhan serta kendala dalam proses pemulihan dapat teridentifikasi secara lebih komprehensif, sehingga percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di Kabupaten Agam dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak.
Penulis: Harry
Editor : Reska/Harmen

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *