Ampek Nagari, AMC. — Semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat dalam memakmurkan rumah ibadah kembali terlihat dalam Alek Nagari Batagak Kudo-Kudo Masjid Istiqlal, Ganting Kampung Baru, Nagari Sitanang, Kecamatan Ampek Nagari, Senin (24/8).
Bupati Agam diwakili Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Sekretariat Daerah Kabupaten Agam, Syatria SSos MSi, hadir dalam kegiatan yang menjadi bagian dari upaya renovasi Masjid Istiqlal tersebut.
Ketua Panitia, Risno Suryadi Dt Nyalelo Rimbun, mengatakan, kegiatan batagak kudo-kudo dilaksanakan sebagai tahapan penting dalam renovasi masjid yang kondisinya mulai mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap dan plafon.
“Melihat kondisi masjid yang sudah banyak mengalami kerusakan, khususnya atap dan plafon, masyarakat sepakat untuk melakukan perbaikan secara bersama -sama,” ujarnya.
Menurutnya, renovasi tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pengurus masjid, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan seluruh masyarakat.
Dukungan dari para donatur dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan masjid yang lebih layak, nyaman dan representatif bagi jamaah.
Sementara itu, Asisten III Setda Agam, Syatria, menyampaikan apresiasi Pemerintah Kabupaten Agam atas terselenggaranya Alek Nagari Batagak Kudo- Kudo Masjid Istiqlal.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Agam, kami memberikan apresiasi dan penghargaan atas terselenggaranya kegiatan ini. Ini merupakan wujud semangat bersama dalam meningkatkan keimanan dan kecintaan masyarakat dalam beribadah,” ujarnya.
Dikatakannya, keberadaan masjid yang nyaman dan baik secara fisik diharapkan mampu meningkatkan semangat masyarakat untuk datang beribadah sekaligus menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan.
Menurut Syatria, semangat berlomba- lomba dalam membangun dan memakmurkan masjid sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Agam melalui program “Bangkik dari Surau”.
Program tersebut, jelasnya, tidak hanya dimaknai sebagai upaya meningkatkan aktivitas ibadah di masjid dan surau, tetapi juga mendorong tumbuhnya kepedulian sosial, penguatan karakter serta peningkatan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Masjid bukan hanya tempat melaksanakan ibadah, tetapi juga dapat menjadi pusat pembinaan umat, membangun kepedulian sosial dan membentuk karakter masyarakat, terutama generasi muda,” katanya.
Ia berharap, renovasi Masjid Istiqlal dapat menjadi momentum untuk semakin menghidupkan berbagai kegiatan keagamaan dan sosial. Dengan demikian, keberadaan masjid benar-benar memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat sekitar.
Syatria juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur dan masyarakat yang telah memberikan bantuan secara ikhlas untuk mendukung pembangunan dan renovasi masjid tersebut.
“Semoga keikhlasan para donatur dan seluruh masyarakat yang ikut berpartisipasi menjadi amal ibadah dan mendapat balasan terbaik dari Allah SWT. Mari kita terus berlomba-lomba dalam membangun dan memakmurkan masjid,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pembangunan masjid hendaknya tidak berhenti pada pembangunan fisik semata. Lebih dari itu, harus diiringi dengan pembangunan kualitas jamaah, penguatan ukhuwah, pembinaan generasi muda serta peningkatan kepedulian terhadap sesama.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, renovasi Masjid Istiqlal diharapkan dapat segera rampung dan menjadi rumah ibadah yang semakin nyaman, sekaligus menjadi pusat pembinaan umat bagi masyarakat Nagari Sitanang dan sekitarnya.-
Penulis : Hari
Editor : Harmen




