Festival Pangek Paku Meriahkan Peringatan HUT ke-81 RI di Agam

  • Bagikan

Lubuk Basung, AMC. — Suasana berbeda mewarnai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Agam. Pemerintah Kabupaten Agam menggelar Festival Pangek Paku di Tenis Indoor, Lubuk Basung, Selasa (11/8).

Festival tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Agam, Mhd Lutfi. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang perlombaan memasak, tetapi juga menjadi upaya untuk menghidupkan kembali kekayaan kuliner tradisional Minangkabau yang mulai jarang ditemui.

Dalam sambutannya, Mhd Lutfi mengatakan, Festival Pangek Paku merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus menjadi momentum untuk melestarikan makanan tradisional.

“Selain menghidupkan kembali budaya makanan tradisional, kita juga berharap muncul kreativitas, inovasi dan kreasi dalam mengolah pangek paku dari berbagai resep dan tangan-tangan terampil, sehingga menghasilkan cita rasa yang beragam,” ujarnya.

Menurutnya, kuliner tradisional tidak hanya berkaitan dengan makanan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas dan warisan budaya yang perlu terus diperkenalkan kepada generasi berikutnya.

Ia berharap festival tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, namun dapat mendorong masyarakat untuk terus mengenal, mengolah dan mengembangkan makanan tradisional Minangkabau dengan tetap mempertahankan cita rasa khasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Handria Asmi, mengatakan Festival Pangek Paku digelar sebagai salah satu upaya menghidupkan kembali sekaligus memperkenalkan makanan tradisional Minangkabau kepada masyarakat.

“Festival pangek paku ini dalam rangka menghidupkan dan memperkenalkan kembali makanan tradisional Minangkabau,” katanya.

Ia menambahkan, melalui kegiatan tersebut diharapkan semakin banyak masyarakat yang mengenal pangek paku sebagai salah satu kuliner tradisional yang memiliki nilai budaya dan cita rasa khas.

Festival ini pun menjadi ruang bagi para peserta untuk menunjukkan keterampilan dan kreativitas dalam mengolah pangek paku. Beragam resep dan cara pengolahan menjadi daya tarik tersendiri, sekaligus memperlihatkan bahwa kuliner tradisional dapat terus berkembang mengikuti kreativitas tanpa kehilangan identitasnya.

Dengan digelarnya Festival Pangek Paku, semangat memperingati kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui berbagai kegiatan hiburan, tetapi juga melalui upaya menjaga warisan budaya dan kuliner daerah agar tetap hidup serta dikenal oleh generasi mendatang.-
Penulis : Tori
Editor : Harmen

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *