Lubuk Basung, AMC – Pemerintah Kabupaten Agam menggelar sosialisasi pentingnya Wajib Belajar satu tahun prasekolah sebagai bagian dari penguatan program wajib belajar 13 tahun.
Kegiatan ini dibuka Bupati Agam diwakili Asisten II Setdakab Agam, Andrinaldi, di aula Kantor Bupati Agam, Selasa (5/5).
Bertindak selaku narasumber adalah Bunda PAUD Agam, Ny Merry Benni Warlis dan pihak Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Sumbar. Sosialisasi diikuti penilik dan pengawas PAUD se Kabupaten Agam.
Andrinaldi menegaskan, pendidikan prasekolah merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter dan kesiapan anak sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar.
Dia juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi dunia pendidikan saat ini, khususnya dalam menghadapi perkembangan teknologi dan karakter Generasi Alpha.
Menurutnya, ketergantungan anak terhadap gadget semakin meningkat, bahkan fenomena anak yang ditenangkan dengan ponsel telah menjadi hal umum di tengah masyarakat.

“Ini menjadi tantangan serius bagi kita semua. Anak-anak sekarang cenderung lebih banyak berinteraksi dengan gadget dibandingkan lingkungan sekitarnya. Bahkan, ada kecenderungan mereka lebih mempercayai guru dibanding orang tua,” ujarnya.
Andrinaldi menambahkan, kondisi tersebut menuntut para pendidik untuk lebih adaptif, sabar dan kreatif dalam menerapkan metode pembelajaran.
Pola pendidikan konvensional, menurutnya tidak lagi sepenuhnya relevan untuk menghadapi karakter anak-anak masa kini yang lebih kritis dan dinamis.
Dalam kesempatan itu, dia juga menegaskan pentingnya sinergi antara program daerah dan kebijakan nasional. Salah satunya adalah dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis yang digagas pemerintah pusat guna meningkatkan kualitas kesehatan dan kecerdasan anak.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Agam juga mengusung program “Bangkit dari Surau” sebagai upaya memperkuat nilai spiritual dan mental generasi muda.
Program ini bertujuan menanamkan kembali nilai-nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, sehingga keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan keimanan dapat terwujud.
Lebih lanjut, Andrinaldi mengimbau para guru untuk memanfaatkan media sosial secara positif dengan membagikan aktivitas dan capaian siswa di sekolah.
Menurutnya, langkah ini lebih efektif dalam membangun citra positif pendidikan dibanding hanya mengkritisi konten negatif.

“Jika kita terus menyebarkan hal-hal baik, maka ruang digital kita juga akan dipenuhi oleh konten yang membangun,” katanya.
Di tengah upaya pemulihan sarana dan prasarana pendidikan akibat bencana, pemerintah tetap mengajak seluruh tenaga pendidik untuk terus berikhtiar dengan penuh keikhlasan.
“Semakin berat perjuangan dalam membina generasi muda, maka semakin besar pula nilai pengabdian yang kita berikan untuk masa depan Agam yang madani,” ungkapnya.
Kegiatan ini secara resmi dibuka dengan harapan dapat memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Sekaligus menjadi ladang pengabdian bagi para pendidik dalam mencetak masa depan bangsa yang lebih baik.
Penulis: Andri
Editor : Reska/Harmen




