Lubuk Basung, AMC – Bupati Agam Dr H Andri Warman, MM menyampaikan Nota Pengantar Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2023 dalam Rapat Paripurna di gedung DPRD Agam, Selasa (28/5).
Di hadapan legislator, bupati menyampaikan gambaran umum pertanggungjawaban pelaksanaan ABPD 2023. Setidaknya ada enam poin penting yang disampaikan dalam paripurna tersebut.
Pertama, soal laporan realisasi anggaran. Selama 2023, target pendapatan daerah terealisasi sebesar 93,31 persen yang bersumber dari PAD, pendapatan transfer dan pendapatan sah lainnya.
“Sedangkan belanja daerah direncanakan sebesar Rp1.572.962.608.928,00 dengan realisasi sebesar 90,50 persen,” sebutnya.
Belanja tersebut lanjutnya, digunakan untuk belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga dan belanja transfer.
Kedua, soal perubahan saldo anggaran lebih. Disebutkan, pada 2023 terjadi penuruan SiLPA sebesar Rp16.681.306. 573,71 dimana saldo awal berjumlah Rp65.301.635. 421 ,73 dan saldo akhir 2023 berjumlah Rp48.620.328 .848,02.
Ketiga, soal neraca per 31 Desember 2023. Disampaikan, nilai aset per akhir tahun mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 5,68 persen.
“Peningkatan ini dipengaruhi oleh adanya transaksi pendapatan dan belanja serta penghapusan aset tetap dan aset lainnya selama 2023,” ucapnya.
Keempat, soal laporan operasional. Pada 2023, terdapat surplus dari kegiatan operasional. Sementara dari kegiatan non operasional, terjadi defisit dan pos luar biasa. Sehingga pada akhir 2023, surplus laporan operasional sebesar Rp57.648.169.810 ,08.
Kelima, bupati menyampaikan laporan arus kas. Selama 2023, arus masuk kas dari aktivitas operasi berjumlah Rp1.406.652.533.527,76 dan arus keluar kas sebesar Rp1.268.033.731.760,47.
Kemudian, arus masuk kas dari aktivitas investasi selama 2023 berjumlah Rp156.357.441,00. Sedangkan arus keluar kas berjumlah Rp155.560.100 .788,00 yang digunakan untuk perolehan aset daerah.
“Selama 2023 jumlah arus kas dari aktivitas transitoris sebesar Rp28.495.893 .397,00 berasal dari penerimaan perhitungan pihak ketiga berupa sejumlah dana,” sebutnya.
Keenam, bupati menyampaikan laporan perubahan ekuitas. Selama 2023 terjadi kenaikan nilai ekuitas, sehingga nilainya per akhir tahun berjumlah Rp2.158.147.032.593,10.
Penulis : Depit
Editor : Reska/Harmen




