Menu

Canangkan BBD-BBGRM ke-XVII Sumbar, Wagub: Tugas PKK dan Dasawisma Berat

  Dibaca : 246 kali
Canangkan BBD-BBGRM ke-XVII Sumbar, Wagub: Tugas PKK dan Dasawisma Berat

Lubuk Basung, AMC – Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit canangkan Bulan Bakti Dasawisma (BBD) dan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke-XVII tingkat Sumatera Barat, di lapangan GOR Padang Baru Lubuk Basung, Senin (2/3).

Pencangan ini ditandai dengan pemukulan tambua, turut diikuti oleh Bupati Agam, Dr. H. Indra Catri, Wakil Bupati Agam, Trinda Farhan Satria, Ketua TP-PKK Sumbar, Ny. Nevi Irwan Prayitno, Wakil Ketua TP-PKK Sumbar, Ny. Wartawati Nasrul Abit, Ketua TP-PKK Agam, Ny. Vita Indra Catri, Wakil Ketua TP-PKK Agam, Ny. Candra Trinda Farhan, Forkopimda dan lainnya.

Nasrul Abit menyebutkan, Dasawisma memiliki tanggungjawab dalam melaksanakan 10 program pokok PKK di daerah. Apabila kader Dasawisma betul-betul menghayati dan melaksanakan tugas dengan baik, setidaknya mereka dapat membina 10 sampai 20 KK per orang.

“Sesuai data statistik, jumlah penduduk Sumatera Barat 4,6 juta jiwa. Kalau jumlah ini dibina oleh 25 ribu Dasawisma yang ada, maka perkembangan kesejahteraan keluarga ke depan akan sangat luar biasa,” ujarnya.

Menurut Nasrul Abit, secara prinsip tugas pemerintah adalah terkait tata kelola dan manajemen pemerintahan, pembangunan serta sosial kemasyarakatan, agama dan budaya.

Untuk pelaksanaan sosial kemasyarakatan, agama dan budaya inilah disebut Nasrul Abit, sangat dibutuhkan peran PKK dan Dasawisma dalam membantu tugas pemerintah. Kalau membina 10 sampai 20 KK per orang, maka Dasawisma dapat mengetahui jumlah masyarakat miskin dan sangat miskin, karena kriterianya sudah ada.

“Kalau menemukan KK miskin dan sangat miskin di lapangan, segera laporkan kepada dinas terkait untuk segera ditindaklanjuti,” sebut mantan Bupati Pesisir Selatan dua periode ini.

Wagub yang akrab dipanggil NA ini menjelaskan, sesuai data dari DPMD Sumbar, ada 113 nagari dengan status tertinggal dan 9 nagari sangat tertinggal. Tentunya permasalahan pendidikan, kesehatan, ekonomi dan RTLH pasti ada di nagari tersebut.

Dari jumlah dan kondisi nagari itu, daerah harus fokus melakukan pengembangan dengan menggerakkan PKK melalui Dasawisma. Bagaimana membangkitkan warganya agar mendapatkan pendidikan yang layak, kesejahteraan, kesehatan dan lainnya.

“PKK sangat penting, tanpa PKK pemerintah tidak bisa apa-apa. Kami juga menyadari PKK memiliki tugas berat dan membutuhkan dukungan anggaran. Namun perlu diingat, PKK harus ada program, karena anggaran berbasis kinerja dan jangan melakukan kegiatan bersifat fiktif,” tegasnya.

Bupati Agam, Dr. H. Indra Catri menyebutkan, Agam adalah buminya PKK dan Dasawisma. Pemerintah daerah memposisikan PKK dan Dasawisma sebagai mitra kerja, yang berkaitan langsung dengan hidup serta kehidupan masyarakat.

“Selama ini PKK dan Dasawisma Agam turut berperan aktif menyukseskan program pemerintah daerah. Salah satunya menyukseskan gerakan Agam Menyemai,” tuturnya.

Mengingat pentingnya PKK dan Dasawisma, disebut Indra Catri bahwa pemerintah daerah secara berkelanjutan melakukan pembinaan, membentuk forum Dasawisma, memfasilitasi kegiatan dan memberikan kebijakan stimulus anggaran. Bahkan dukungan dari PKK sudah menampakkan hasil dalam beberapa tahun terakhir.

“Melalui program yang dijalankan PKK, berbagai prestasi membanggakan tingkat Sumbar berhasil diraih seperti 6 kali juara umum lomba Kesatuan Gerak PKK, juara I lomba kader Dasawisma dan juara I lomba kader posyandu,” terang bupati dua periode ini.

Ia menegaskan, prestasi yang didapat bukanlah tujuan akhir yang ingin dicapai, tetapi menjadi bukti eksistensi PKK dan Dasawisma di Kabupaten Agam. (t_m)

REKOMENDASI UNTUK ANDA

KOMENTAR

Belum Ada Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Post Kategori

Arsip

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional