Jelang Praktek, 26 Mahasiswa Stikes Ceria Buana Ikuti Capping Day

  • Bagikan

AMCnews.co.id — Sebanyak 26 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Ceria Buana Lubukbasung, Kabupaten Agam, mengikuti Capping day atau ucap janji dan kepaniteraan sekaligus pemasangan uniform, di aula Stikes Ceria Buana Lubukbasung, Kamis (26/7).

Kesempatan itu, juga dilakukan pemasangan uniform kepada mahasiswa yang dilakukan Dewan Pembina Stikes Ceria Buana, Septa Ronal, dan Ketua Stikes Ceria Buana, Mira Susanti, dihadiri Sekda Agam, Martias Wanto Dt Maruhun, Ketua IBI Agam, Sesri, Ketua PPNI Agam, orang tua mahasiswa dan lainnya.

Ketua Stikes Ceria Buana, Mira Susanti menyebutkan, kegiatan itu dalam rangka memberikan legalitas kepada mahasiswa yang akan melakukan praktek klinik. Ini merupakan bagian mata kuliah yang harus dilakukan dan dipenuhi mahasiswa, sehingga kompetensi mata kuliah mereka dapat tercapai.

“Perkuliahan yang dilaksanakan prodi S1 Keperawatan dan D III Kebidanan dilakukan dengan berbagai metode antara lain, metode tutorial, diskusi, ceramah, seminar praktek labor, praktek klinik dan praktek lapangan,” jelasnya.

Sehingga, sebelum praktek mereka harus capping day atau ucap janji dan kepaniteraan, sebagai gambaran terputusnya menyelesaikan perkuliahan secara teori dan praktek labor.

Menurutnya, setelah capping day dan kepaniteraan, secara legalitas mereka sudah bisa melakukan praktek klinik di RSUD yang sudah dilakukan kerjasama diantaranya RSUD Lubukbasung.

Praktek diikuti 26 mahasiswa, tujuh bidan dan 19 perawat, dimulai sepekan setelah capping day hingga satu bulan ke depan.

“Kepada mahasiswa yang akan melaksanakan praktek klinik, diharapkan menjalankan prakteknya dengan baik, ikuti aturan yang ada dan jaga nama almamater sehingga kompetensi mata kuliah bisa tercapai,” ujarnya.

Sementara itu, Sekda Agam Martias Wanto menyebutkan, pekerjaan di bidang kesehatan merupakan kerja yang mulia, dan jadilah hamba allah yang berjuang menyelamatkan manusia, dengan mengedepankan tugas karena masyarakat butuh uluran tangan, kecepatan tanpa menanyakan statusnya dan gambaran biaya.

“Berikan pelayanan maksimal dalam bertugas, senyum dan sapa yang baik karena kita akan berhadapan dengan pasien, yang memiliki tingkah dan ulang tidak sama dengan orang sehat,” ujarnya.

Sehingga, hadapi mereka dengan ilmu yang baik dan layani sepenuh hati dengan senyum dan sapa yang ramah karena itu akan menjadi obat pertama bagi pasien.

“Selamat, semoga kepaniteraan dan capping day ini menjadi awal pembuka pintu kesuksesan dalam menapati langkah nyata di tengah masyarakat dan di mana mereka bekerja, ujarnya lagi.

(AMC05)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.