Lubukbasung, AMC – Keinginan yang tidak diukur dengan kemampuan dapat menjerumuskan seseorang pada beban utang dan cara memperoleh harta yang tidak dibenarkan agama.
Pesan itu disampaikan Ustaz Asyam Hafidz dalam wirid mingguan Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Kabupaten Agam di Masjid Agung Nurul Falah, Lubuk Basung, Rabu, (30/9).
Muballigh Agam- Bukittinggi tersebut mengingatkan jamaah agar lebih berhati-hati dalam memenuhi kebutuhan maupun keinginan, termasuk menghindari kebiasaan berutang dan menggunakan fasilitas kredit secara berlebihan.
Menurutnya, kehidupan hendaknya dijalani sesuai kemampuan, tanpa memaksakan sesuatu yang berada di luar batas kesanggupan.
“Jangan kita paksakan seluruh apa yang kita inginkan jika itu di luar kemampuan kita. Syukuri apa yang telah diberikan Allah dan jauhkan diri kita dari harta-harta yang diharamkan Allah,” pesan Ustaz Asyam.
Ia menekankan, rasa syukur menjadi bagian penting dalam menjaga diri agar tidak mudah tergoda mengejar sesuatu yang belum mampu dimiliki. Dengan bersyukur, seseorang dapat lebih bijak membedakan antara kebutuhan dan keinginan.
Sementara itu, Asisten I Setda Agam, Yunilson, mengajak seluruh peserta agar setiap keputusan dalam kehidupan dilakukan dengan perhitungan yang matang dan penuh kehati-hatian.
Ia juga mengingatkan agar tidak menjadikan kehidupan orang lain sebagai ukuran utama dalam memenuhi keinginan.
“Jangan senantiasa melihat ke atas, tetapi lihatlah ke bawah, sehingga kita bisa lebih bersyukur dan fokus dengan apa yang kita miliki,” ujarnya.
Wirid mingguan Korpri Agam tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus membangun kesadaran ASN agar senantiasa berhati-hati dalam mengelola kebutuhan, keuangan, serta harta yang dimiliki.
Agenda tersebut diakhiri dengan penyerahan doorprize kepada ASN taat pajak.-
Penulis : Tori
Editor : Harmen




